Pererat Silaturahmi dan Keteguhan Niat, MIM 25 Kenjeran Gelar Anjangsana Keluarga di Nganjuk

Must read

- Advertisement -

Nganjuk, wartapoint — Dalam upaya mempererat ikatan persaudaraan sekaligus menguatkan keteguhan niat para pendidik, keluarga besar MI Muhammadiyah (MIM) 25 Kenjeran, Surabaya, menggelar kegiatan anjangsana di Desa Dadapan, Dusun Sumberejo, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Ahad (11/10/2026).

​Kegiatan kekeluargaan yang berlangsung hangat pada pukul 09.00–11.00 WIB ini bertempat di kediaman Ustadz Herda, salah satu pendidik MIM 25 Kenjeran.

​Dipandu Ustadz Afaq, acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Dimas dan sari tilawah oleh Ustadz Udin, menghadirkan suasana khidmat yang melandasi pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap ikhtiar kebaikan.

​Dalam sambutannya, Ustadz Herda mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas kedatangan rombongan dari Surabaya. Rumah yang menjadi lokasi acara merupakan kediaman paman dan bibinya (pakde dan bude) yang telah merawatnya sejak kecil setelah sang ibu berpulang. Momen ini memberikan sentuhan emosional tersendiri bagi para ustadz dan ustadzah yang hadir untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup sesama rekan sejawat.

​Wakil Kepala Madrasah MIM 25 Kenjeran, Ustazah Fuadah, S.Pd., menegaskan bahwa anjangsana ini merupakan program rutin madrasah untuk merawat hubungan antar staf di luar kesibukan mengajar.

​”Kebersamaan tidak cukup dibangun melalui tugas harian di madrasah, tetapi perlu dirawat melalui perhatian, kunjungan, dan kepedulian yang tulus,” ujar Ustazah Fuadah.

​Puncak acara diisi tausiyah agama oleh Ustadz Pardoyo, S.H., yang menekankan keutamaan silaturahmi sebagai pembuka pintu rezeki dan pemanjang umur. Ia juga berpesan agar para pendidik senantiasa meluruskan niat dalam menjalankan tugas mengajar.

​“Mari niatkan mengajar dan beribadah karena Allah. Dengan niat yang ikhlas, hati menjadi tenang dan pekerjaan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi bernilai ibadah,” tutur Ustadz Pardoyo. Ia turut mengingatkan pentingnya kesabaran dan tawakal dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.

​Rangkaian anjangsana kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I. Melalui kegiatan ini, MIM 25 Kenjeran kembali menegaskan komitmennya bahwa membangun mutu pendidikan madrasah harus berbanding lurus dengan penguatan nilai persaudaraan dan keikhlasan. (Siti Islaha)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article