
Surabaya, wartapoint — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum krusial bagi MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, serta kepedulian sosial sejak dini. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, madrasah menggelar Salat Istisqa berjamaah yang dilanjutkan dengan penggalangan dana di halaman madrasah pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB ini diikuti dengan penuh khidmat oleh seluruh siswa kelas I hingga VI, jajaran ustadz-ustadzah, hingga tenaga kependidikan. Seluruh jamaah tampil kompak mengenakan busana muslim, dengan siswa putra memakai sarung dan siswa putri mengenakan busana muslimah.
Khutbah Haru dan Momentum Muhasabah
Salat Istisqa dipimpin oleh Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I., yang sekaligus bertindak sebagai khatib dan pemimpin doa. Suasana haru menyelimuti halaman madrasah ketika doa dipanjatkan dengan berlinang air mata.
Dalam khutbahnya, Ustadz Aksar mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan, serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat air yang masih dirasakan warga Surabaya.
“Di saat beberapa daerah di Indonesia berjuang menghadapi kekeringan dan krisis air, kita di Surabaya masih diberi kelimpahan. Karena itu, Salat Istisqa ini tidak hanya ikhtiar memohon hujan yang membawa berkah, tetapi juga momentum untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan menjaga kelestarian alam,” tegas Ustadz Aksar.
Edukasi Keagamaan dan Pembentukan Karakter Siswa
Pelaksanaan ibadah ini memberikan pengalaman mendalam bagi para murid. Koordinator ISMUBARIS, Ustadzah Marlik, S.Pd., yang mengawal jalannya acara, memastikan seluruh rangkaian berjalan dengan tertib dan bermakna.
Bagi sebagian besar siswa, ini merupakan pengalaman pertama melaksanakan Salat Istisqa secara langsung. Salah satu siswi, Chayra Naufalyn Rabbani Busrah, mengaku tersentuh hingga meneteskan air mata.
“Ini pengalaman pertama saya ikut Salat Istisqa. Saya terharu mengingat kondisi daerah yang sedang musibah. Harapan saya, semoga Indonesia bisa lebih baik, tidak kekurangan air, dan kita semua bisa menjaga lingkungan,” tutur Chayra.
Aksi Nyata IPMJ: Penggalangan Infak untuk Kalimantan
Tidak hanya berhenti pada aspek ritual, semangat kesantrian diwujudkan dalam tindakan nyata melalui aksi sosial. Usai pelaksanaan salat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Junior (IPMJ) MIM 25 menggelar penggalangan infak.
Dana yang dihimpun dari seluruh warga sekolah tersebut disalurkan untuk membantu masyarakat di Kalimantan yang tengah dilanda kekeringan dan bencana kebakaran hutan/lahan (karhutla). Langkah ini menjadi sarana mengedukasi siswa bahwa rasa empati dan persaudaraan tidak terbatas oleh jarak geografis.
Menyiapkan Generasi Emas Berakhlaq Mulia
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di MI Muhammadiyah 25 Surabaya ditutup dengan momen kebersamaan, di mana para murid menikmati bekal makanan bergizi seimbang yang dibawa dari rumah sebelum kembali melanjutkan aktivitas belajar.
Melalui perpaduan antara ibadah, muhasabah, dan aksi peduli lingkungan, MI Muhammadiyah 25 Surabaya berkomitmen untuk terus mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat, berakhlak mulia, serta peka terhadap kondisi bangsa. (Siti Islaha)





