
Surabaya, wartapoint — Semangat kebangsaan dan pembentukan karakter peserta didik kembali digelorakan di lingkungan SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas). Sekolah yang berlokasi di Surabaya tersebut rutin menggelar upacara bendera, Senin (2/11/2026), yang diikuti oleh sekitar 400 siswa dari jenjang kelas 4 hingga kelas 6.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Urusan (Kaur) Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Litbang-SDM) SD Muhlas, Robica, M.Pd., menyampaikan amanat penting mengenai pembentukan karakter siswa. Di hadapan ratusan peserta, ia menegaskan bahwa setiap anak yang menuntut ilmu di SD Muhlas harus memiliki keberanian untuk menjadi generasi yang hebat.
”Anak-anak yang sudah rela bersekolah di SD Muhlas harus berani menjadi anak-anak hebat,” ujar Ustadzah Robica di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa untuk meraih predikat tersebut, siswa wajib mengimplementasikan tiga karakter utama dalam kehidupan sehari-hari, yakni Taat dan Patuh, Sabar, serta Peduli Lingkungan.
Tiga Karakter Utama Anak Hebat
Dalam poin pertama, Taat dan Patuh, Ustadzah Robica mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap tata tertib sekolah serta penghormatan kepada orang tua, baik di rumah maupun di sekolah. Ia menegaskan bahwa adab harus selalu didahulukan di atas ilmu sebagai kunci utama keberhasilan menuntut ilmu.
”Selama menjadi siswa SD Muhlas, seluruh siswa wajib mematuhi aturan yang berlaku dan taat kepada orang tua. Orang tua di sekolah adalah guru, sedangkan orang tua di rumah adalah ayah yang menafkahi keluarga, ibu yang melahirkan dan mengasihi kita,” ungkapnya.
Poin kedua adalah Sabar, yang dimaknai sebagai kemampuan mengendalikan dan menahan diri. Menurutnya, sabar mencakup banyak hal positif, seperti menahan diri dari rasa malas belajar, mengendalikan emosi saat berinteraksi dengan teman, hingga menahan diri agar tidak melanggar aturan sekolah. Dengan kesabaran, ilmu yang disampaikan guru akan lebih mudah diserap dan membawa berkah.
Adapun poin ketiga adalah Peduli Lingkungan, yang menjadi cerminan nyata dari akhlak mulia seorang pelajar. Kepedulian ini dapat dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan meja dan tembok kelas, merawat tanaman, menghemat penggunaan air wudhu, hingga menjaga kerapian kelas.
”Lingkungan yang bersih membuat hati tenang, belajar pun menjadi nyaman. Islam sangat mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Siswa SD Muhlas yang hebat tidak hanya pintar di kelas, tapi juga harus menjadi penjaga bumi Allah, dimulai dari lingkungan sekolah sendiri,” tegasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sikap tolong-menolong dan toleransi dalam pergaulan antarsesama.
Melalui internalisasi tiga karakter ini, pihak sekolah berharap dapat mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran adab serta kepedulian sosial yang tinggi.
Suksesnya Tugas Petugas Upacara Kelas 5 Al Hakim
Pelaksanaan upacara bendera kali ini berjalan dengan khidmat dan tertib. Kesuksesan jalannya upacara tidak lepas dari peran siswa kelas 5 Al Hakim yang bertindak sebagai petugas upacara. Seluruh rangkaian upacara berhasil ditunaikan dengan baik dan penuh antusiasme tinggi.
Berikut adalah daftar siswa kelas 5 Al Hakim yang bertugas sebagai petugas upacara:
- MC: Fina Qurratu’aini
- Pemimpin Upacara: Hamdan Naufal Abdillah
- Pengibar Bendera: Ghaitsa Irman Shanum Agatha, Yusmikha Amelia Bilqis, dan Annisa Huriyah Firmansyah
- Pemimpin Barisan: Abid Fadhil Ariyanto, Achmad Damar Panuluh, Arzanka Altaz Rayyanza, dan Al Ghazali Tsaqib Rabbani
- Pembaca Janji Pelajar: Natasya Rizky
- Pembaca UUD 1945: Alesha Ramadhani Adisaputra
- Pembawa Pancasila: Raline Dewi Sya’bania
- Dirigen: Adibah Humaira Azzahra
(muriyono)





