
Surabaya, wartapoint – Aula Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di Jalan Wuni No. 9 mendadak ramai pada Rabu (1/4/2026). Dalam suasana hangat Halalbihalal, PDM Kota Surabaya menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran pengurus Partai Gerindra Surabaya.
Ketua PDM Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., menyambut baik kehadiran partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Ia menilai kunjungan ini sebagai bentuk implementasi akhlak mulia antara Umaro (pemimpin/pemerintah) yang mendatangi Ulama.
”Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Partai Gerindra. Ini adalah bentuk akhlak seorang muslim, di mana Umaro mendatangi Ulama, sebuah langkah yang luar biasa,” ujarnya.
Tiga Poin Aspirasi Muhammadiyah
Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ridlwan menyampaikan tiga poin krusial yang diharapkan dapat dikawal oleh Partai Gerindra selaku bagian dari partai pemerintah:
1. Pembatasan Jam Malam Kafe dan Hiburan
Merespons maraknya pertumbuhan kafe di Surabaya, Muhammadiyah menyoroti perlunya regulasi yang lebih ketat terkait operasional di malam hari.
“Hendaknya jam malam kafe-kafe di Surabaya dibatasi. Harus ada semacam operasi pada jam-jam tertentu untuk menjaga ketertiban,” tegasnya.
2. Kemudahan Fasilitas Kesehatan dan BPJS
Sebagai organisasi yang mengelola banyak amal usaha kesehatan, Muhammadiyah berharap Gerindra dapat membantu menjembatani kendala administratif.
“Kami berharap Partai Gerindra membantu memudahkan perizinan rumah sakit Muhammadiyah serta memperlancar proses pencairan BPJS. Sebagai partai pemerintah, tentu ada langkah nyata yang bisa dilakukan,” imbuhnya.
3. Standarisasi Perawatan Jenazah sesuai Syariat
Poin ketiga menyangkut aspirasi dari organisasi otonom Aisyiyah terkait peran ‘Mudun’ atau petugas perawat jenazah. Mengingat masyarakat Surabaya yang majemuk, Muhammadiyah menekankan pentingnya prosedur perawatan jenazah yang sesuai syar’i bagi warga Muhammadiyah.
“Penting bagi kami agar perawatan jenazah di akhir hayat dilaksanakan secara prosedur Islam yang syar’i. Jika tidak, ini menjadi persoalan serius bagi kami,” jelasnya.
Membangun Sinergi untuk Kota
Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial Lebaran, tetapi menjadi awal sinergi yang lebih kuat dalam membangun Kota Surabaya yang lebih tertib secara sosial dan terlayani secara kesehatan.
”Mudah-mudahan aspirasi ini dapat diserap dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan politik demi kemaslahatan umat yang lebih luas,” pungkasnya. (yupan)





