Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Survei PSKP UAD: 82,9% Anak Muda Dukung Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah

Must read

Yogyakarta, wartapoint – Isu perbedaan penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri yang kerap memicu perdebatan setiap tahunnya tampaknya mulai menemui titik jenuh di kalangan generasi muda. Berdasarkan temuan terbaru dari Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), mayoritas anak muda Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diusung oleh Muhammadiyah.

Mayoritas Setuju, Tantangan Ada pada Edukasi

​Laporan survei nasional bertajuk “Muhammadiyah di Mata Anak Muda” yang dirilis pada Senin (30/3) ini melibatkan 758 responden dengan rentang usia 17 hingga 40 tahun. Hasilnya cukup mengejutkan: 82,9% responden menyatakan setuju dengan gagasan KHGT.

​Kepala PSKP UAD, Azaki Khoirudin, merinci bahwa hanya 5,4% responden yang menyatakan tidak setuju, sementara 11,7% sisanya mengaku tidak tahu.

​”Angka ‘tidak tahu’ yang lebih besar daripada angka penolakan menunjukkan bahwa tantangan utama Muhammadiyah saat ini adalah masalah edukasi, bukan penolakan ideologis,” jelas Azaki.

Gen Z dan Milenial: “Enggan Ribet, Butuh Kepastian”

​Fenomena besarnya dukungan ini disinyalir karena keresahan anak muda terhadap debat klasik penentuan hari besar Islam yang berulang setiap tahun. Pendekatan KHGT yang memadukan dalil agama dengan sains astronomi modern dianggap sangat relevan dengan karakteristik Gen Z dan Milenial yang menyukai kepastian.

​”Anak muda mungkin sudah resah dengan debat penentuan Lebaran tiap tahun. Survei kami membuktikan bahwa 82% responden sudah move on dan mendukung penuh KHGT. Mereka adalah generasi yang tidak ingin ribet dan lebih suka hal-hal yang terukur secara saintifik,” tegas Azaki.

Solusi Modern untuk Masalah Klasik

​Dukungan masif ini dinilai sebagai bentuk pengakuan legitimasi bagi Muhammadiyah dalam melakukan pembaruan di tubuh umat Islam. Penggunaan teknologi dan perhitungan astronomi yang presisi dalam KHGT dipandang sebagai solusi modern untuk mengakhiri kebingungan publik terkait penanggalan hijriah.

​Azaki menambahkan bahwa data ini memberikan sinyal kuat bahwa visi besar Muhammadiyah untuk menyatukan umat melalui pendekatan sains disambut hangat oleh pemegang masa depan bangsa.

​”KHGT adalah solusi modern untuk masalah klasik umat. Dukungan ini menjadi modal penting bagi Muhammadiyah untuk terus menyosialisasikan visi persatuan global ini,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article