Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Wednesday, June 3, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Sinergi Babinsa dan PPL Gemolong: Kawal Distribusi Benih Jagung demi Ketahanan Pangan

Must read

Sragen, wartapoint – Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus digalakkan hingga ke tingkat wilayah. Di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sinergi antara aparat teritorial dan penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dalam memastikan program stimulus pemerintah berjalan optimal.

​Babinsa jajaran Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen, Serka Slamet Sriyanto, bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian setempat, menggelar koordinasi intensif terkait rencana penyaluran bantuan benih jagung bagi kelompok tani di wilayah Miri, Rabu (3/6/2026).

​Langkah taktis ini diambil guna menjamin transparansi dan efektivitas distribusi bantuan di sektor agronomi tersebut.

Memastikan Prinsip Tiga Tepat

​Serka Slamet Sriyanto menjelaskan bahwa koordinasi berlapis ini sangat krusial untuk memastikan bantuan stimulan dari pemerintah memenuhi prinsip tiga tepat: tepat sasaran, tepat jenis, dan tepat waktu.

​Melalui pengawalan yang ketat, beban biaya produksi yang selama ini menghimpit para petani diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Target akhirnya adalah mendongkrak produktivitas hasil panen jagung di kawasan Gemolong secara menyeluruh.

“Kami bersama PPL berkomitmen untuk terus mengawal bantuan benih jagung ini dari gudang hingga ke tangan petani,” ujar Slamet di sela-sela agenda koordinasi.

​Ia menegaskan, keterlibatan TNI dalam mendampingi PPL merupakan bentuk pengawalan konkret agar program negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah.

​”Kami ingin memastikan tidak ada kendala dalam distribusinya, sehingga petani kita bisa segera melakukan penanaman dan mendapatkan hasil panen yang maksimal untuk mendukung ketersediaan pangan di daerah,” tambahnya.

Validasi Data Melalui Pendampingan Lapangan

​Di sisi lain, kolaborasi lintas sektor ini mendapat respons positif dari pihak dinas pertanian. PPL Pertanian, Intan Verawati, mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa di lapangan memberikan dampak instan, khususnya dalam akurasi verifikasi data kelompok tani.

​Menurut Intan, pendampingan dari aparat teritorial membuat proses validasi menjadi lebih objektif. Selain itu, aspek psikologis kehadiran Babinsa dinilai mampu mencairkan komunikasi antara petugas dinas dan komunitas petani.

​”Dukungan dari Babinsa sangat membantu dalam proses verifikasi lapangan. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan komunikasi antara petugas dan petani dapat berjalan lebih cair,” kata Intan.

​Lebih lanjut, ia berharap pola kemitraan ini dapat menjadi wadah penyelesaian masalah (problem solving) yang cepat. Setiap kendala teknis maupun administratif yang dihadapi oleh para petani di tingkat tapak diharapkan dapat segera diurai dan dicarikan jalan keluar bersama demi kesejahteraan petani Sragen.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article