
Sidoarjo, wartapoint – SMP DAFI Sidoarjo terus menunjukkan komitmen nyata dalam menata lingkungan sekolah. Menanggapi masih perlunya peningkatan kesadaran siswa terhadap dampak lingkungan, sekolah yang berlokasi di Jalan Baitul Mustaqim, Sarirogo ini menggelar aksi edukatif berupa sosialisasi pemilahan sampah yang efektif bagi para siswanya.
Kegiatan yang berlangsung pada 14 April 2026 di halaman terbuka SMP Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo ini melibatkan kolaborasi apik antara Kader Adiwiyata OSIS dan jajaran guru. Sosialisasi ini menjadi momentum transformasi sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
Membangun Kebiasaan, Bukan Sekadar Teori
Koordinator Pokja Pengelolaan Sampah, Isrotul Fithriyah, S.Pd.,Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari temuan bahwa sebagian siswa masih kesulitan membedakan jenis sampah organik dan anorganik.
“Diperlukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman dan membentuk kebiasaan yang baik sejak dini. Tujuannya adalah membentuk perilaku disiplin dan tanggung jawab siswa dalam menjaga kebersihan sekolah,” ujar Isrotul.
Langkah Strategis Menuju Sekolah Adiwiyata
Senada dengan hal tersebut, Ketua Adiwiyata 2026, Riza Hary A, S.Pd.,Gr., menilai sosialisasi ini sebagai langkah awal yang sangat positif. Ke depannya, pihak sekolah telah menyiapkan serangkaian program pendukung untuk memastikan kebiasaan ini tidak berhenti pada seremonial belaka.
Beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan antara lain:
- Pemantauan Rutin: Monitoring harian pemilahan sampah di lingkungan sekolah.
- Fasilitas Lengkap: Penyediaan tempat sampah terpilah yang lebih memadai.
- Apresiasi & Kreativitas: Penyelenggaraan lomba kebersihan kelas dan kegiatan daur ulang (upcycling).
- Budaya Berkelanjutan: Menjadikan pengelolaan sampah sebagai identitas dan budaya sekolah.
Harapan Kepala Sekolah: Jadi Contoh dan Inspirasi
Kepala SMP DAFI Sidoarjo, Uswatun Aisah, M.Pd.,Gr., memberikan dukungan penuh terhadap gerakan ini. Ia menekankan bahwa karakter siswa tercermin dari cara mereka memperlakukan lingkungan.
”Memilah sampah adalah langkah sederhana yang berdampak besar. Keinginan saya, ini jadi budaya sekolah yang menetap, bukan sesaat saja,” tegas Uswatun. Ia juga berharap para siswa mampu menerapkan ilmu ini di rumah masing-masing, terutama saat masa libur sekolah.
Melalui penguatan program seperti Bank Sampah dan gerakan Sekolah Bebas Sampah, SMP DAFI Sidoarjo optimis dapat menjadi pionir sekolah peduli lingkungan yang mampu menginspirasi lembaga pendidikan lainnya di Kabupaten Sidoarjo. (Rukhan)





