Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Dua Dekade Mengabdi, Tangis Haru Warnai Purna Tugas Bu Petti di Panti Muhammadiyah Gersikan

Must read

Surabaya, wartapoint – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti RM Simpang Raya Grande Darmo pada Sabtu, 25 April 2026. Lembaga kesejahteraan sosial tertua di kawasan Tambaksari, Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Gersikan Surabaya, menggelar acara pisah kenang untuk melepas salah satu sosok pilar pentingnya, Ibu Petti.

​Acara yang dikemas secara simpel namun elegan tersebut dihadiri oleh lebih dari 60 undangan, mulai dari santri asuh, pengurus panti, karyawan, guru kajian, hingga jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Cahaya lampu ruangan yang temaram menyerupai warna senja seolah memperkuat atmosfer emosional bagi siapa saja yang hadir.

Dedikasi Tanpa Batas Sejak 2004

​Ibu Petti bukanlah sosok baru di PAM Gersikan. Beliau telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya sebagai bendahara panti sejak 12 Januari 2004. Selama 22 tahun pengabdiannya, ia menjadi saksi hidup transformasi panti dari masa ke masa.

​Dalam sambutannya yang penuh rasa syukur, Ibu Petti menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan persyarikatan kepadanya. Sebagai bentuk cinta terakhirnya di masa purna tugas, ia memberikan bingkisan berupa set peralatan makan yang dipersonalisasi dengan nama masing-masing santri.

​”Kami ada sedikit kenang-kenangan yang dapat dimanfaatkan oleh santri asuh. Harapannya, anak-anak tetap ingat dengan saya,” ungkapnya.

​Kebahagiaan terpancar dari wajah Dika, salah satu santri asuh terkecil. “Terima kasih, saya sangat senang diajak makan di luar dan diberi alat makan baru untuk dipakai di panti nanti,” ucapnya.

Estafet Amanah dan Pesan Persaudaraan

​Sebelum acara perpisahan ini, prosesi serah terima jabatan telah dilaksanakan dengan khidmat pada Jumat sore sebelumnya. Posisi Bendahara kini diamanahkan kepada Ust. Agung Dwi Adrianto, S.Pd. sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

​Kepala Panti PAM Gersikan, Ust. H. Abu Hasan, menekankan pentingnya kontinuitas organisasi. “Jangan sampai ada kekosongan jabatan, agar roda organisasi tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

​Sementara itu, Ust. M. Hasyim, M.Pd. memberikan pesan mendalam mengenai hakikat pengabdian. Beliau menekankan bahwa kunci utama menikmati hidup adalah bersyukur. Beliau juga berharap agar purna tugasnya Ibu Petti tidak memutus tali silaturahmi yang telah terbangun puluhan tahun.

Sosok Inspiratif dan Ladang Pahala

​Momen semakin menyentuh ketika Ibu Petti didampingi oleh keluarga besarnya, mulai dari putra pertama hingga terakhir. Kehadiran keluarga ini menjadi bukti nyata sosok Ibu Petti sebagai wanita tangguh yang tidak hanya sukses mengabdi di panti, tetapi juga berhasil membimbing anak-anaknya dalam meniti pendidikan dan karier.

​Pengabdian panjang selama dua dekade ini diharapkan menjadi ladang pahala jariyah bagi Ibu Petti dan keluarga, serta menjadi inspirasi bagi para santri asuh untuk tumbuh menjadi pribadi yang berdedikasi dan pantang menyerah di masa depan. (Muiz)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article