Surabaya, wartapoint – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, menekankan pentingnya standarisasi perawatan jenazah yang memadukan aspek syariat dan protokol kesehatan. Hal ini disampaikannya dalam agenda pelatihan perawatan jenazah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya di Aula Kantor PDM Surabaya, Jalan Wuni No. 9, Ahad (26/4/2026).
Tokoh yang akrab disapa Dokter Zuhro ini menjelaskan bahwa perawatan jenazah tidak boleh dilakukan sembarangan. Menurutnya, ada dua pilar utama yang harus dipenuhi oleh para petugas pemulasaraan.
Sinergi Syariat dan Medis
Dokter Zuhro menyampaikan pesan khusus agar proses perawatan jenazah senantiasa merujuk pada tuntunan tarjih dan standar kesehatan yang berlaku. Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya penularan penyakit.
“Pesannya adalah dirawat dengan sesuai syariat dan sesuai dengan kesehatan atau medis. Hal ini penting agar tidak terjadi penularan, baik ke diri kita (petugas) maupun ke lingkungan sekitar,” ujarnya.
Harapan Pembentukan Tim di Tingkat Ranting
Lebih lanjut, legislator perempuan ini berharap agar keterampilan merawat jenazah ini tidak hanya berhenti di tingkat kota. Ia mendorong adanya pembentukan tim khusus di setiap jenjang organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah di Surabaya.
- Pembentukan Tim: Dokter Zuhro berharap setiap Cabang bahkan Ranting memiliki tim perawatan jenazah (TPJA) yang siap sedia.
- Penguasaan Aturan: Anggota tim diharapkan memahami secara mendalam aturan perawatan jenazah, baik dari sisi ketarjihan (syariat) maupun prosedur medis yang aman.
”Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelayanan kepada umat dalam hal pemulasaraan jenazah dapat dilakukan secara profesional, khidmat, dan tetap menjaga aspek keselamatan kesehatan masyarakat di seluruh wilayah Kota Surabaya,” pungkasnya. (yupan)





