Surabaya, wartapoint – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Luluk Humaidah, M.Pd., memberikan sambutan hangat sekaligus motivasi dalam pembukaan Pelatihan Perawatan Jenazah di Aula PDM Surabaya, Minggu (26/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari dakwah “Islam Berkemajuan” yang harus terus diadaptasi dengan ilmu terbaru.
Menuju Profesionalisme Kader Aisyiyah
Luluk mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang dengan niat tulus mencari ilmu (thalabul ilmi). Ia mengingatkan bahwa merawat jenazah adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap ranting sebagai bentuk kemandirian organisasi dalam melayani umat.
”Harapannya nanti ketika pulang ke cabang masing-masing, mampu menularkan ilmu yang didapatkan di ruangan yang mulia ini. Apakah ibu-ibu siap menyampaikan ilmunya?” seru Luluk yang disambut teriakan “siap” serentak oleh para peserta.
Kolaborasi Lintas Majelis: Kunci Efisiensi
Hal menarik yang ditekankan Luluk adalah pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-majelis di lingkungan Aisyiyah untuk menciptakan efisiensi anggaran dan efektivitas program. Ia mencontohkan bagaimana satu kegiatan perawatan jenazah dapat melibatkan empat majelis sekaligus:
- Majelis Tabligh dan Ketarjihan: Memberikan tuntunan perawatan sesuai syariat.
- Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS): Mengelola aspek sosial dan ketakziahan.
- Majelis Kesehatan: Memberikan SOP medis, terutama jika jenazah memiliki riwayat penyakit menular.
- Majelis Ekonomi: Berperan dalam penyediaan perlengkapan pemulasaraan seperti kain kafan dan alat pendukung lainnya secara mandiri.
Inovasi “Islam Berkemajuan”
Luluk juga menyinggung bahwa meskipun cara perawatan jenazah sudah sering dipelajari, perkembangan ilmu pengetahuan menuntut adanya pembaruan atau update informasi. Hal ini sesuai dengan prinsip Aisyiyah yang terus melakukan perbaikan (ihsan) dalam setiap amal usaha.
”Kita punya tagline ‘Islam Berkemajuan’. Maka ketika di perjalanan ada perkembangan ilmu medis atau syar’i yang lebih baik, kita harus terus melakukan perbaikan-perbaikan,” pungkasnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat struktur Tim Perawatan Jenazah Aisyiyah (TPJA) di tingkat ranting sehingga setiap warga Aisyiyah yang tertimpa musibah kematian dapat dilayani dengan standar yang terbaik, santun, dan sesuai tuntunan agama. (yupan)





