Surabaya, wartapoint – Mantan Menteri Sosial RI periode 2020–2024, Tri Rismaharini, resmi dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI). Pengukuhan tokoh nasional yang akrab disapa Bu Risma ini dilakukan dalam rangkaian Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Seminar Nasional Hipnosis 2026 yang berlangsung di Surabaya, 25–26 April 2026.
Ketua Umum DPP PKHI, Avifi Arka, menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi Bu Risma dalam memperjuangkan hak-hak kelompok rentan.
”Selama menjabat sebagai Mensos, Bu Risma berhadapan langsung dengan jutaan wajah penderitaan; mulai dari anak jalanan yang trauma hingga korban bencana yang kehilangan harapan. Beliau adalah tokoh yang paham betul bahwa beban psikologis seringkali lebih berat daripada kemiskinan fisik,” ujar Avifi.
Kesehatan Mental Bukan Kemewahan
Dalam keynote speech bertajuk “Kesehatan Mental Untuk Semua”, Bu Risma menyampaikan pesan yang mendalam kepada lebih dari 200 praktisi hipnoterapi yang hadir. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental adalah hak dasar setiap manusia, bukan fasilitas mewah bagi segelintir orang.
”Saya baru menyadari ada komunitas se-luar biasa PKHI. Di luar sana, banyak warga di kolong jembatan atau sudut kota yang tidak hanya butuh nasi bungkus, tapi butuh didengarkan. Luka psikologis yang tidak sembuh adalah akar dari banyak masalah sosial,” ungkap Risma.
Ia juga mendorong para praktisi PKHI untuk “turun gunung” menjangkau masyarakat di akar rumput, seperti ibu depresi di daerah terpencil, remaja korban bullying, hingga lansia yang kesepian, agar layanan kesehatan mental tidak hanya berputar di kalangan menengah atas perkotaan.
Validasi Ilmiah: Integrasi Neurosains dan Psikologi
Kehadiran Bu Risma diperkuat dengan paparan ilmiah dari para pakar yang membedah efektivitas hipnoterapi dari sudut pandang medis dan psikologis:
- Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, Ph.D. (Guru Besar Psikologi UGM): Memaparkan integrasi pendekatan psikologis berbasis bukti dengan teknik hipnoterapi untuk intervensi yang lebih terukur.
- dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.N. (FK Universitas Indonesia): Menjelaskan korelasi kondisi trance hipnotis dengan aktivitas otak berdasarkan prinsip neuroplastisitas.
Kedua pakar tersebut menegaskan bahwa hipnoterapi adalah metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah selama dilakukan oleh tenaga profesional yang terlatih.
Ekspansi Global PKHI
Selain pengukuhan anggota kehormatan, Silatnas kali ini juga menandai tonggak sejarah baru bagi PKHI. Organisasi profesi mitra Kementerian Kesehatan ini resmi melantik Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) di enam negara, yakni Jepang, Australia, Inggris, Arab Saudi, Malaysia, dan Timor Leste.
Ketua Pelaksana Silatnas, Donny, menyatakan bahwa ekspansi ini membuktikan bahwa gerakan kesehatan mental berbasis hipnoterapi kini telah menjangkau diaspora Indonesia di kancah internasional.
”Pesan Bu Risma akan menjadi pengingat bagi kami semua. Kepercayaan publik hanya bisa dibangun dengan kredibilitas ilmiah dan dampak sosial nyata di lapangan. Seperti kata beliau, kesehatan mental harus menjadi milik semua orang,” pungkas Donny.
Sekilas Tentang PKHI:
PKHI kini beranggotakan lebih dari 16.000 ahli hipnoterapi yang tersebar di seluruh Indonesia. Organisasi ini bekerja sama dengan Kemendikdasmen, Kemenaker, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengembangkan pendidikan serta penelitian Transpersonal Clinical Hypnotherapy di Indonesia.





