Surabaya, wartapoint – Di bawah langit mendung yang menyelimuti Kota Pahlawan, semangat keluarga besar TK Aisyiyah 40 Surabaya tetap membara. Mereka bersukacita menyambut kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., pada Jumat (01/05/2026).
Kehadiran sosok nomor satu di Kementerian Pendidikan ini menjadi momentum bersejarah bagi sekolah yang terletak di Jalan Dupak Bangunsari 18 tersebut. Kedatangan Prof. Abdul Mu’ti didampingi langsung oleh Walikota Surabaya, Dr. Eri Cahyadi, M.T., serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. M. Ridwan, M.Pd.
Sentuhan Budaya dan Tradisi Lokal
Penyambutan dilakukan dengan nuansa adat yang kental. Rombongan menteri disambut oleh ikon kebanggaan kota, Cak & Ning Cilik, serta para guru dan Ikatan Wali Murid yang tampil anggun mengenakan kebaya warna-warni. Kehadiran mereka mencerminkan identitas budaya lokal yang kuat sejak langkah pertama rombongan memasuki area sekolah.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Prof. Abdul Mu’ti sebagai simbol Pencanangan Program Sekolah Berbudaya Lokal di TK Aisyiyah 40. Program ini diharapkan menjadi percontohan bagi pendidikan anak usia dini yang menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini.
Simbolisme “Caping Bakoel Djadjan”
Suasana keakraban semakin terasa saat Cak dan Ning Cilik menyerahkan “Topi Caping Bakoel Djadjan” kepada Prof. Abdul Mu’ti dan Walikota Eri Cahyadi. Keduanya tampak antusias mengenakan caping tersebut sembari melanjutkan prosesi penandatanganan berbagai program Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan PCM Krembangan.
Tak hanya itu, acara dimeriahkan oleh penampilan memukau dari 20 siswa-siswi TK Aisyiyah 40 yang membawakan atraksi Tapak Suci. Seni bela diri khas Muhammadiyah ini ditampilkan dengan penuh percaya diri oleh anak-anak, menambah semarak atmosfer kunjungan kerja tersebut.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui pencanangan ini, TK Aisyiyah 40 Surabaya menegaskan komitmennya dalam mendukung kurikulum nasional yang selaras dengan karakter bangsa. Dukungan langsung dari Mendikdasmen dan Pemerintah Kota Surabaya menjadi angin segar bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya di tingkat akar rumput. (Sutikno/yupan)





