Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Friday, May 8, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Usung Semangat Inovasi, Smamda Surabaya Rumuskan Langkah Strategis di Rapat Kerja 2026

Must read

Malang, wartapoint – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Family Gathering pada Kamis, 7 Mei 2026. Mengambil tempat di suasana yang kondusif, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi seluruh guru dan karyawan untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan melahirkan inovasi demi menjawab tantangan pendidikan masa depan.

Menanamkan Impian dan Kemandirian Inovasi

​Kepala Smamda Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., dalam pidato pembukaannya mengingatkan peserta bahwa kejayaan Muhammadiyah hari ini adalah buah dari impian besar para pendahulu. Mengutip pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, ia menegaskan bahwa sekolah harus memiliki standar yang melampaui lembaga lain.

​”Kita tidak bisa berpangku tangan dan hanya mengikuti standar sekolah atau lembaga lain. Harus ada kemajuan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Jadikan forum ini wadah untuk menuangkan ide dan gagasan besar demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Musyawarah sebagai Fondasi Pengambilan Keputusan

​Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Dr. M. Ridlwan, M.Pd. Ia menekankan bahwa setiap langkah positif sekolah pasti akan menghadapi tantangan. Merujuk pada Surah Asy-Syura ayat 38, ia mengingatkan agar setiap keputusan strategis lahir dari proses musyawarah.

​”Keputusan terbaik muncul dari musyawarah dan sikap tawakal. Selesaikan setiap persoalan melalui dialog dan kebersamaan, bukan secara sepihak atau individual,” pesannya.

Budaya Egaliter dan Larangan “3K”

​Raker secara resmi dibuka oleh Ketua Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si. Dalam paparan materinya, beliau menjelaskan siklus manajemen mutu yang dimulai dari penetapan, pelaksanaan, pengendalian, hingga peningkatan.

​Prof. Khozin menyoroti pentingnya nilai tauhid dalam musyawarah untuk saling melengkapi kekurangan. Ia juga mendorong terciptanya suasana kerja yang egaliter di lingkungan Smamda.

​”Setiap guru dan karyawan memiliki hak yang sama untuk berpendapat. Untuk terus berkembang secara progresif, kita harus menghindari 3K: Konflik, Korupsi, dan Kolot,” tegasnya.

Fokus pada Pengembangan Karakter Siswa

​Pada sesi pemaparan program kerja, Mukhlasin kembali mengingatkan esensi peran pendidik. Ia menekankan bahwa fokus utama sekolah adalah perkembangan peserta didik sebagai subjek pendidikan, bukan sekadar objek di dalam kelas.

​”Guru harus membimbing anak untuk menjadi pemimpin (leader). Berikan ruang bagi mereka untuk berperan dan berproses agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan aktif,” tambahnya.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh kekeluargaan ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi seluruh keluarga besar Smamda Surabaya untuk tetap solid. Dengan semangat inovasi dan kebersamaan, Smamda optimistis mampu terus unggul dan humanis di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

(Natasya Salsabila)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article