Manado, wartapoint – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara (Sulut) secara resmi memperkuat barisan dakwahnya melalui gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek), Konsolidasi, dan Pengukuhan Dai Komunitas se-Sulawesi Utara. Acara yang berlangsung di BPMP Sulawesi Utara pada Sabtu (9/5/2026) ini merupakan kolaborasi strategis bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang merupakan representasi dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulawesi Utara, unsur Organisasi Otonom (Ortom), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, hingga pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Melahirkan Dai yang Dekat dengan Masyarakat
Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur, menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti Bimtek ini. Ia berharap kegiatan ini menjadi rahim bagi lahirnya dai-dai komunitas yang mampu menjadi motor penggerak dakwah Muhammadiyah di berbagai lapisan sosial.
“Tantangan sosial masyarakat yang terus berkembang membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih dekat dan mampu masuk ke berbagai komunitas masyarakat,” ujar Masrur.
Dakwah di Luar Mimbar: Menyasar Komunitas Hobi dan Sosial
Senada dengan hal tersebut, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menjelaskan bahwa strategi dakwah saat ini tidak boleh hanya terpaku pada institusi formal seperti masjid, kampus, atau sekolah. Dakwah Muhammadiyah harus hadir di wilayah-wilayah strategis lainnya, mulai dari daerah terpencil hingga komunitas perkotaan.
Beberapa poin penting yang disampaikan terkait arah dakwah komunitas adalah:
- Media Dakwah Baru: Komunitas hobi dan sosial yang kini berkembang pesat harus dijadikan media dakwah yang efektif.
- Inklusivitas: Dakwah harus hadir di mana pun komunitas masyarakat berada.
- Dakwah yang Menggembirakan: Muhammadiyah berkomitmen membersamai masyarakat dengan pendekatan yang mencerahkan dan tidak kaku.
Penguatan Jaringan yang Adaptif
Pengukuhan dai komunitas ini menjadi langkah nyata Muhammadiyah Sulawesi Utara dalam membangun jaringan dakwah yang adaptif dan membumi. Dengan adanya dai-dai yang tersebar di berbagai komunitas, Muhammadiyah optimis dapat memberikan jawaban atas tantangan sosial sekaligus memperluas kebermanfaatan organisasi di tengah masyarakat Sulawesi Utara. (yupan)





