Sragen, wartapoint — Riuh rendah suara pedagang dan kepulan asap dari stan kuliner lokal mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026). Di tengah ramainya stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut, tampak seorang perwira pertama TNI AD sibuk mengarahkan para pelaku usaha dengan raut wajah yang tetap bugar.
Ia adalah Kapten Inf Suparno, Komandan Rayon Militer (Danramil) 05/Kedawung Kodim 0725/Sragen. Meski rambutnya mulai memutih dan sisa masa pengabdiannya di TNI AD tinggal menghitung bulan, Suparno tetap memegang teguh tanggung jawabnya sebagai koordinator UMKM dalam hajat besar tersebut.
Menolak Kendur di Pengujung Tugas
Bagi Suparno, akhir tahun 2026 ini akan menjadi babak baru karena ia bakal memasuki masa purna tugas (pensiun). Namun, alih-alih menurunkan tensi kerjanya, ia justru tampil di garis depan memastikan roda ekonomi warga bergerak selama penutupan TMMD.
Sejak fajar menyingsing, Suparno sudah berada di lapangan. Ia memimpin penataan stan, menyapa para pelaku usaha kecil, hingga memastikan arus pengunjung berjalan tertib.
“Semangat seorang prajurit itu tidak diukur dari berapa lama sisa waktu dinasnya, tetapi dari apa yang bisa ia berikan kepada masyarakat hingga hari terakhirnya memakai seragam,” ujar salah satu rekan sejawatnya, menggambarkan sosok Suparno.
Dedikasi tanpa lelah yang ditunjukkan sang Danramil ini pun menjadi magnet positif. Sikapnya menjadi teladan, tidak hanya bagi para prajurit junior yang mendampinginya, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku UMKM di lokasi kegiatan.
TNI dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Kehadiran stan UMKM dalam upacara penutupan TMMD ini bukan sekadar pelengkap seremonial. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan, khususnya di wilayah Kabupaten Sragen.
Melalui koordinasi yang apik di bawah kendali Kapten Inf Suparno, para pelaku usaha kecil dan menengah diberikan panggung gratis untuk menjajakan produk unggulan mereka, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas daerah.
Hingga acara usai, antusiasme warga yang hadir membeli produk lokal menjadi penutup yang manis bagi rangkaian program TMMD tahun ini. Sebuah pembuktian bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya dibangun lewat infrastruktur fisik, melainkan juga lewat ketulusan pengabdian yang tak pernah pudar oleh usia. (Agus)





