Surabaya, wartapoint – Riuh rendah suara anak-anak berpadu dengan tepuk tangan riuh ribuan penonton yang memadati Airlangga Convention Center (ACC) Surabaya, Sabtu (23/5/2026) pagi. Hari itu, hajatan tahunan Family Festival Anak Kreatif (Famfest) 2026 yang digelar SD Muhammadiyah 16 Surabaya, atau yang akrab dikenal sebagai Sekolah Kreatif Baratajaya kembali bergulir.
Mengusung tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin”, festival tahun ini tidak sekadar menjadi panggung unjuk bakat siswa. Lebih dari itu, Famfest 2026 menjadi potret nyata bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu merawat ikatan emosional dengan para lulusannya melalui kolaborasi lintas generasi.
Warna Baru dari Ruang Volunteer
Ada yang berbeda dalam konstelasi kepanitiaan Famfest tahun ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kendali acara murni dipegang oleh kolaborasi guru, karyawan, dan paguyuban wali murid, kali ini barisan alumni turun tangan. Mereka mengambil peran penting di balik layar sebagai relawan (volunteer).
Humas Sekolah Kreatif Baratajaya, Agus Mulyadi, M.Pd., mengungkapkan bahwa keterlibatan alumni sebagai relawan ini merupakan sejarah baru sepanjang penyelenggaraan Famfest. Dampak kehadiran mereka pun langsung terasa pada efektivitas jalannya acara.
“Alhamdulillah, panitia sangat terbantu. Ini pertama kalinya dalam sejarah Famfest alumni terlibat sebagai volunteer. Komitmen mereka luar biasa; sejak pukul 05.30 WIB mereka sudah berkumpul dan melakukan briefing untuk memastikan seluruh alur acara sukses,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan para alumni lintas angkatan ini tersebar di berbagai titik krusial. Mulai dari mengawal meja registrasi peserta, mengondisikan tamu undangan, mendokumentasikan momen, hingga sibuk mengatur lalu lintas backstage dan teknis pertunjukan.
Merawat Ingatan, Menunaikan Rindu
Bagi para alumni, kembali ke lingkungan sekolah bukan sekadar perkara membantu urusan teknis. Ini adalah ruang nostalgia sekaligus bentuk balas budi kepada almamater yang telah membentuk karakter mereka.
R. Muhammad Ahnaf Islami, alumni angkatan 2021, mengaku bangga bisa kembali berkontribusi.
“Saya dan teman-teman senang sekali diberi kesempatan ini. Selain bisa membantu sekolah, momen ini jadi ajang reuni yang hangat dengan keluarga besar Sekolah Kreatif. Suasana kekeluargaannya tidak pernah berubah,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Muhammad Afif Ananda, alumni senior dari angkatan 2013. Ditemui di sela-sela kesibukannya di area registrasi, Afif menyebut magnet Famfest selalu gagal ia tepis setiap tahunnya.
“Setiap tahun, festival Sekolah Kreatif ini selalu spektakuler. Sayang rasanya kalau tidak ikut terlibat. Ternyata banyak sekali alumni yang punya keinginan sama untuk pulang dan membantu,” tuturnya.
Menanam Karakter Pemimpin Islami
Di atas panggung megah ACC Surabaya, esensi dari tema “Kami Muslim, Kami Pemimpin” diterjemahkan dengan apik oleh para siswa lewat berbagai pertunjukan seni dan teater. Narasi yang dibawakan sarat akan pesan keberanian, tanggung jawab, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhodlifah, SH., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah humanis tidak boleh memutus hubungan dengan siswanya begitu mereka lulus. Famfest 2026 adalah bukti bahwa ekosistem pendidikan yang baik akan menciptakan ikatan yang permanen.
“Keterlibatan alumni sebagai volunteer menjadi bukti otentik bahwa hubungan yang terbangun di Sekolah Kreatif tidak berhenti setelah prosesi kelulusan. Hubungan itu terus tumbuh menjadi ikatan keluarga besar yang saling mendukung,” pungkasnya.
Ketika lampu panggung perlahan redup dan tirai ditutup, Famfest 2026 sukses menyisakan cerita. Bukan hanya tentang megahnya sebuah festival anak-anak, melainkan tentang bagaimana sebuah estafet nilai dan silaturahmi antar-generasi berhasil dirawat dengan baik. (Ahmad Mahmudi/yupan)





