Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Sunday, May 31, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Proyek Kincir Air Siswa SD Musix: Mengubah Aliran Air Menjadi Energi Listrik

Must read

Surabaya, wartapoint – Implementasi pembelajaran berbasis praktik (project-based learning) ditunjukkan secara kreatif oleh siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 06 Gadung (SD Musix) Surabaya. Melalui proyek miniatur pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sederhana, para siswa berhasil mempraktikkan teori konversi energi secara nyata.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Unjuk Kerja dan Karya yang digelar setelah para siswa menyelesaikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Imtihan Standar Pendidikan (ISP). Proyek ini menjadi ruang pembuktian hasil belajar yang telah mereka tempuh selama mengenyam pendidikan di sekolah dasar.

​Memanfaatkan Material Sederhana

​Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah proyek kincir air (water wheel) hasil inovasi Kelompok 4. Di bawah bimbingan guru pendamping, Khusnul Khotimah, S.Pd., kelompok yang beranggotakan tujuh siswa ini merancang alat pembangkit listrik dengan memanfaatkan material sehari-hari.

​Siswa yang terlibat dalam kelompok ini adalah Raizha Qairina A., Muhammad Syamil Hizbillah, Arzhacel Nicholas A. P. Jasmine, Lilyanne Ahmad, Iftinanisa Rafifa Zahra, A. Fachri Adi Prawira, dan Muhammad Rafa Azka Pratama.

​Dalam proses pembuatannya, mereka merangkai bahan-bahan sederhana seperti:

  • ​Botol dan sendok plastik bekas sebagai bilah kincir
  • ​Stik es krim sebagai struktur penyangga
  • ​Dinamo motor kecil sebagai generator pengubah energi
  • ​Lampu LED sebagai indikator arus listrik

​Saat uji coba dilakukan di hadapan para penguji, aliran air yang mengenai sendok plastik berhasil memutar kincir. Putaran tersebut menggerakkan dinamo motor yang kemudian menyuplai arus listrik hingga mampu menyalakan lampu LED kecil.

​Melalui uji coba ini, para siswa dapat membuktikan korelasi langsung dalam hukum fisika dasar, yakni semakin deras volume dan kecepatan aliran air, maka semakin besar pula energi listrik yang dihasilkan.

​Mendorong Pembelajaran Bermakna

​Kepala Urusan Kurikulum SD Musix, Anisa Herwati, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Unjuk Kerja dan Karya ini didesain agar siswa tidak hanya terpaku pada hafalan teori di dalam kelas, melainkan mampu menghasilkan sebuah karya nyata (meaningful learning).

​”Unjuk kerja ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan hasil belajarnya secara nyata. Mereka tidak hanya paham teori, tetapi mampu menghasilkan karya,” ujar Anisa.

​Senada dengan Anisa, Khusnul Khotimah selaku guru pendamping mengapresiasi antusiasme dan kerja keras anak didiknya selama proses perencanaan hingga eksekusi proyek.

​“Anak-anak sangat antusias. Mereka belajar bekerja sama, berpikir kreatif, dan memecahkan masalah. Ini bukan sekadar proyek, tetapi pengalaman belajar yang utuh,” ungkap Khusnul.

​Melalui proyek sains sederhana ini, sekolah juga berupaya menanamkan kesadaran dini kepada para siswa mengenai pentingnya energi terbarukan (renewable energy) serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak untuk menjaga kelestarian lingkungan di masa depan. (Basirun)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article