Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Sunday, May 31, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Kisah Afifah, Bocah 7 Tahun di Sampit yang Rela Kuras Tabungan demi “Kendaraan di Surga”

Must read

Sampit, Wartapoint – Di saat sebagian besar anak berusia tujuh tahun menghabiskan uang tabungannya untuk membeli mainan baru atau jajan, Afifah Hilya Nafisa memilih jalan yang berbeda. Siswi kelas satu SD Muhammadiyah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini justru merelakan seluruh celengannya demi bisa ikut berqurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

​Aksi menyentuh hati ini terjadi dalam kegiatan sekolah bertema “Dengan Berqurban Kita Tingkatkan Rasa Keikhlasan dalam Kehidupan”, Senin (25/5/2026). Di depan para guru dan teman-temannya, Afifah menyerahkan uang yang telah ia kumpulkan dengan sabar selama hampir satu tahun penuh.

​Saat ditanya mengenai alasan di balik kegigihannya menabung dari uang saku harian, jawaban polos keluar dari bibir bocah perempuan tersebut.

“Afifah ingin punya kendaraan di surga,” ucapnya lirih.

​Jawaban sederhana namun sarat makna teologis itu seketika memantik rasa haru di kalangan guru dan orang tua murid yang hadir. Bagi seorang anak kecil, keyakinan bahwa hewan qurban akan menjadi penyelamat dan kendaraan di akhirat kelak rupanya telah tertanam begitu kuat.

​Konsistensi Rp 5.000 Per Hari

​Di balik keberhasilannya ikut berqurban, ada kedisiplinan dan keteguhan hati yang dipupuk Afifah setiap hari. Saban pagi, sebelum bel masuk kelas berbunyi, ia rutin menyisihkan sebagian uang jajan pemberian orang tuanya.

​Melalui program tabungan sekolah yang bekerja sama dengan Baitul Maal wat Tamwil (BMT), Afifah konsisten menyetor uang berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per hari. Kebiasaan kecil yang dilakukan dengan penuh kesabaran itu akhirnya membuahkan hasil yang cukup untuk membeli bagian hewan qurban tahun ini.

​Langkah mulia Afifah ini tidak lepas dari peran besar kedua orang tuanya di rumah. Mereka tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini.

​Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sampit, Madiyah Siregar, S.Pd., M.Pd.Gr., mengaku sangat bangga sekaligus terharu atas ketulusan yang ditunjukkan oleh anak didiknya tersebut.

“Saya sangat bahagia dan terharu karena seorang anak kecil yang masih berusia tujuh tahun, yang didukung oleh orang tua hebat, bisa ikhlas memberikan seluruh tabungannya untuk berqurban di tahun ini,” ujar Madiyah.

​Pihak sekolah menilai, kisah Afifah bukan sekadar cerita tentang seorang anak yang sukses menabung uang receh, melainkan potret nyata keberhasilan pendidikan karakter dan spiritual yang berkesinambungan antara pihak sekolah dan keluarga.

​Esensi Kurban adalah Ketakwaan

​Bu Dewi, salah satu guru kelas Afifah, menambahkan bahwa apa yang dilakukan anak didiknya adalah bukti konkrit bahwa nilai-nilai agama jika ditanamkan dengan penuh kasih sayang akan tumbuh subur, bahkan di hati seorang anak kecil.

​”Ini bukan hanya soal hewan qurban, tetapi tentang keikhlasan yang sangat dalam dan cinta kepada Allah sejak usia dini,” tutur Dewi.

​Aksi Afifah ini pun seolah menjadi tamparan halus sekaligus inspirasi bagi orang dewasa di sekitarnya mengenai esensi qurban yang termaktub dalam Al-Quran Surah Al-Hajj ayat 37; bahwa bukan daging atau darah hewan yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati dari hamba-Nya.

​Adapun pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di SD Muhammadiyah Sampit dijadwalkan berlangsung pada hari tasyrik, Kamis (28/5/2026). Tahun ini, pihak sekolah akan menyembelih dua ekor sapi dan empat ekor kambing yang dihimpun dari gotong royong para guru, murid, orang tua, serta masyarakat sekitar—termasuk di dalamnya sekerat keikhlasan dari tabungan kecil Afifah. (KZ)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article