Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Monday, June 1, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Waisak 2026, Menag Nasaruddin Umar: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia

Must read

Jakarta, wartapoint — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (B.E.) sebagai momentum krusial dalam memperkuat komitmen menebarkan kebajikan, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia.

​Pernyataan tersebut disampaikan Menag menyusul relevansi tema nasional yang diusung pada Waisak tahun ini, yaitu “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”. Menurutnya, tema tersebut sangat kontekstual dan menjawab tantangan dinamika global saat ini.

​Menag menegaskan bahwa Dharma tidak boleh hanya dipahami sebatas ajaran keagamaan yang bersifat teoretis. Lebih dari itu, Dharma harus diinternalisasi sebagai pedoman hidup nyata yang menuntun manusia untuk tetap teguh memegang nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan.

​”Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh dalam nilai-nilai kebenaran, moralitas, kebijaksanaan di tengah dinamika zaman, termasuk dalam upaya menjaga perdamaian dunia,” ujar Menag dalam pesan resminya di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

​Perdamaian Dimulai dari Hati

​Dalam penjelasannya, Menag menggarisbawahi bahwa semangat untuk menjaga perdamaian global sejatinya harus diinisiasi dari dalam hati setiap individu. Dari sanalah, nilai-nilai cinta kasih universal (metta) mewujud menjadi fondasi kokoh untuk membangun kehidupan yang harmonis, mulai dari lingkup terkecil seperti keluarga, masyarakat, bangsa, hingga panggung dunia.

​Prinsip merawat kedamaian ini juga sejalan dengan amanat konstitusi yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Menag menegaskan kembali komitmen penuh pemerintah dalam menjamin kemerdekaan beribadah bagi seluruh pemeluk agama di tanah air.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan aman, tenang, dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” tegas Nasaruddin Umar.

​Agama untuk Memanusiakan Manusia

​Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa seluruh agama yang ada di dunia pada hakikatnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Oleh sebab itu, kehidupan beragama di Indonesia harus dijadikan motor penggerak dan kekuatan utama untuk mempererat persaudaraan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

​”Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi pondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” tambahnya.

​Mengakhiri pesan persnya, Menag berharap perayaan Tri Suci Waisak kali ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan seremonial, melainkan menjelma sebagai ruang refleksi bersama demi menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

​”Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” pungkasnya. (Armand/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article