Sragen, wartapoint – Rona bahagia memancar kuat dari wajah para petani di Dukuh Kedungwaru RT 17, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pada Kamis (4/6/2026), kawasan tersebut menggelar panen raya padi di atas lahan milik Maskur, salah satu petani setempat.
Di tengah hamparan bulir padi yang menguning, pemandangan menarik terlihat saat sejumlah personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen turun langsung ke sawah. Dipimpin oleh Serka Mukmin, mereka berbaur dengan warga, menyingsingkan lengan baju untuk membantu proses pemanenan.
Wujud Nyata Ketahanan Pangan
Serka Mukmin menyampaikan bahwa kehadiran aparat kewilayahan di tengah sawah bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan komitmen nyata TNI AD dalam mengawal dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Sragen.
Tanpa canggung, para personel Babinsa ikut memotong batang padi hingga melakukan perontokan gabah bersama kelompok tani setempat.
”Kami hadir dari awal, mulai dari pengolahan tanah, penyemaian bibit, hingga saat ini panen. Ini adalah bentuk pengabdian agar hasil panen petani di wilayah binaan kami maksimal. Ketika petani sukses dan sejahtera, itu adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Mukmin di sela-sela aktivitasnya.
Menurut Mukmin, pendampingan yang dilakukan TNI tidak bersifat musiman atau hanya saat panen tiba, melainkan sebuah proses berkelanjutan yang dilakukan sejak masa tanam bergulir.
Kolaborasi Hadapi Tantangan Cuaca
Panen raya tahun ini mencatatkan hasil yang menggembirakan. Padahal sebelumnya, para petani sempat dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu.
Keberhasilan menjaga kualitas padi ini tidak lepas dari sinergi intensif antara Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan para petani dalam menerapkan teknis pertanian yang tepat serta manajemen pengairan yang disiplin. Berkat kolaborasi tersebut, tanaman padi warga tetap mampu menghasilkan gabah berkualitas tinggi.
“Kehadiran Pak Babinsa membuat kami lebih bersemangat. Mereka tidak canggung kotor-kotoran di sawah, bahkan ikut mengangkat hasil panen kami,” ujar Maskur.
Maskur menambahkan, kehadiran TNI di tengah-tengah mereka memberikan suntikan moral yang sangat besar. Pendampingan tersebut dinilai sangat berarti, terutama dalam memotivasi petani agar tetap konsisten dan giat mengelola lahan pertanian mereka demi menjaga pasokan pangan daerah. (Agus)





