Sidoarjo, wartapoint-Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) resmi dimulai dengan pelaksanaan serangkaian tes khusus bagi calon siswa yang mendaftar pada Program Internasional dan Tahfidz Class, Ahad (7/6/2026).
Kegiatan ini menandai langkah awal Smamita dalam menjaring peserta didik unggul yang siap berkembang secara akademik, global, dan spiritual. Tahap seleksi perdana ini meliputi ujian kemampuan akademik berstandar internasional bagi pendaftar International Class serta tes Tahfidz Al-Quran bagi calon peserta Tahfidz Class. Kedua jalur seleksi tersebut dirancang komprehensif untuk memetakan potensi, kesiapan belajar, dan komitmen peserta sejak awal.
Tes International Class difokuskan pada pengukuran kompetensi bahasa Inggris dan kemampuan berpikir kritis sesuai standar pembelajaran global. Sementara itu, Tes Tahfidz Class menilai kualitas bacaan, hafalan, serta pemahaman Al-Quran sebagai fondasi utama program unggulan keagamaan Smamita.
Pelaksanaan seleksi berlangsung tertib dan kondusif di ruang kelas sekolah, dengan antusiasme tinggi dari para calon siswa. Panitia SPMB menegaskan bahwa proses seleksi yang ketat ini bertujuan menjaring peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan global, serta komitmen keagamaan yang berkelanjutan.
Untuk Program Internasional, seleksi difokuskan pada dua tahapan utama. Koordinator Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO), Imara Al Hamani, S.S, menjelaskan bahwa calon siswa mengikuti writing test berupa penulisan esai dan interview session bersama guru Bahasa Inggris Smamita.
“Melalui penulisan esai, kami menilai kemampuan siswa dalam menuangkan gagasan secara sistematis dalam bahasa Inggris. Sedangkan sesi wawancara digunakan untuk melihat kemampuan komunikasi lisan, pola pikir, serta kepercayaan diri peserta,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kelas Tahfidz, Ummu Syarifah, SPdI, menyampaikan bahwa Tes Tahfidz Class dirancang untuk memetakan kemampuan awal sekaligus kesiapan spiritual calon siswa. “Tes Tahfidz meliputi tahsin, yakni membaca Al-Quran dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid, pemahaman tentang ghorib, serta tes wawancara,” jelasnya.
Pada sesi tahsin, peserta diminta membaca ayat-ayat Al-Quran guna menilai kelancaran, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan tajwid. Adapun materi ghorib menguji pemahaman terhadap bacaan-bacaan khusus dalam Al-Quran yang memerlukan ketelitian dan pendalaman.
Tak kalah penting, sesi wawancara menjadi sarana untuk menggali kemampuan dasar Al-Quran, motivasi mengikuti kelas Tahfidz, serta komitmen calon siswa dalam menghafal Al-Qur’an secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa peserta tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga memiliki niat kuat dan kesungguhan dalam menjaga hafalan,” tambahnya.
Program unggulan International Class dan Tahfidz Class menjadi daya tarik tersendiri bagi Smamita. Melalui dua program ini, siswa didorong meraih prestasi akademik berstandar internasional sekaligus memperkuat karakter religius melalui hafalan Al-Qur’an.
Smamita berharap lulusan program unggulan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak yang seimbang.
(Nashiiruddin)





