Surabaya, wartapoint — Sebanyak 94 siswa kelas VI MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang dikenal sebagai Sekolah Mulia, resmi melepas masa pendidikan dasar mereka. Prosesi Wisuda dan Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026 tersebut digelar dengan khidmat di At Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Ahad (7/6/2026).
Namun, wisuda kali ini tidak sekadar menjadi seremonial perpisahan. Para lulusan angkatan ini melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan meninggalkan warisan kreatif berupa peluncuran buku kumpulan cerita pendek (cerpen) karya mereka sendiri.
Ruang Nyata untuk Kreativitas Siswa
Peluncuran buku cerpen ini menjadi salah satu agenda utama yang mencuri perhatian dalam prosesi wisuda. Buku tersebut menghimpun berbagai narasi yang lahir dari imajinasi, pengalaman pribadi, hingga refleksi pemikiran para siswa selama belajar di bangku madrasah ibtidaiyah.
Koordinator Program Unggul Sekolah Mulia, Umi Sarofah, menjelaskan bahwa proyek pembukuan ini berawal dari keinginan sekolah untuk memberikan wadah konkret bagi literasi anak-anak. Menurutnya, potensi menulis yang dimiliki siswa sangat disayangkan jika hanya berakhir di tumpukan tugas kelas.
“Kami melihat banyak potensi yang luar biasa dari karya-karya mereka. Karena itu, kami ingin memberikan apresiasi dengan menghimpun tulisan tersebut menjadi sebuah buku yang dapat dikenang dan dibanggakan oleh siswa maupun orang tua,” ujarnya.
Proses kreatif penyusunan buku ini berjalan dinamis dengan pendampingan intensif dari para guru sejak awal. Inspirasi tulisan para siswa pun sangat beragam, mulai dari adaptasi kisah sehari-hari, cerita fiksi murni, hingga narasi yang terinspirasi dari buku-buku yang kerap mereka baca di perpustakaan.
”Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, tetapi menjadi bukti bahwa anak-anak mampu menghasilkan karya yang bernilai,” imbuhnya.
Apresiasi Prestasi Akademik
Selain merayakan capaian di bidang literasi, momentum kelulusan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi siswa-siswa yang bersinar di jalur akademik. Sekolah memberikan penghargaan khusus kepada enam siswa yang berhasil meraih nilai tertinggi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dari total tersebut:
- 1 Siswa berhasil meraih predikat Baik Istimewa pada mata pelajaran Matematika.
- 5 Siswa sukses mengantongi predikat Baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Neti, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas sinergi yang tercipta di lingkungan sekolah hingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten.
”Alhamdulillah, hari ini menjadi bukti bahwa kerja keras siswa, guru, dan dukungan orang tua membuahkan hasil yang membanggakan. Selamat kepada seluruh wisudawan, semoga terus berprestasi dan menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tuturnya.
Respons Positif Orang Tua
Langkah inovatif Sekolah Mulia dalam mengintegrasikan program literasi ke dalam momentum kelulusan ini memanen pujian dari para wali murid dan tamu undangan yang hadir. Kehadiran antologi cerpen tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun fondasi literasi generasi muda sejak dini, di tengah tantangan gempuran era digital.
Melalui pelepasan dan peluncuran karya ini, 94 lulusan Sekolah Mulia tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga sebuah karya nyata yang menjadi simbol kreativitas, ketekunan, dan semangat belajar yang akan terus membekas. (AR)





