Sragen, wartapoint – Meningkatnya aktivitas masyarakat yang dibarengi dengan kondisi cuaca panas memicu kekhawatiran tersendiri akan potensi terjadinya musibah kebakaran. Merespons risiko tersebut, aparat kewilayahan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, bergerak cepat mengintensifkan edukasi pencegahan langsung ke tengah masyarakat.
Langkah antisipatif ini salah satunya digencarkan oleh Babinsa Koramil 11/Jenar Kodim 0725/Sragen, Serka Bambang. Melalui metode komunikasi sosial (Komsos), ia mendatangi pemukiman warga di wilayah binaannya untuk memberikan imbauan terkait pentingnya meningkatkan kewaspadaan, baik di lingkungan rumah tangga maupun tempat usaha.
Bambang menegaskan, sebagian besar peristiwa kebakaran bermula dari kelalaian-kelalaian kecil yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat.
”Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan sering kali berawal dari hal-hal kecil yang kurang diperhatikan. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan sekitar,” ujar Bambang.
Dalam interaksinya dengan warga, Bambang merinci sejumlah poin krusial yang wajib diperhatikan guna meminimalkan potensi bahaya. Di antaranya adalah pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mencegah korsleting, memastikan kompor dalam kondisi mati sempurna pasca-aktivitas memasak, serta menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan.
Menurut Bambang, tindakan preventif atau pencegahan jauh lebih bernilai dan efektif ketimbang melakukan penanganan ketika api sudah terlanjur membesar. Kesadaran mandiri dari tiap kepala keluarga menjadi kunci utama dalam memotong rantai risiko yang dapat berujung pada kerugian material hingga korban jiwa.
”Hanya butuh waktu satu menit untuk memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan, namun tindakan itu dapat menyelamatkan harta benda bahkan nyawa. Mari bersama-sama menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga dan lingkungan kita,” tambahnya.
Selain memberikan edukasi mengenai keamanan di area domestik, pihak TNI juga mengimbau warga untuk memperkuat sistem kepedulian antar tetangga. Masyarakat diminta tidak ragu untuk saling mengingatkan dan segera melapor kepada aparat kewilayahan maupun petugas pemadam kebakaran apabila mendeteksi adanya indikasi atau potensi bahaya kebakaran di lingkungan mereka. (Agus)





