Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster
Tuesday, June 16, 2026
Salinan dari Donasi Pembangunan Masjid Poster

Kembangkan Empati dan Fighting Spirit Siswa, SD Muhammadiyah 4 Surabaya Gelar Nobar Film ‘Children of Heaven’

Must read

Surabaya, wartapoint – Mengisi momen liburan sekolah dengan kegiatan edukatif dan sarat nilai karakter, SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya menggelar agenda Nonton Bareng (Nobar) film “Children of Heaven” di Bioskop CGV BG Junction Surabaya pada Selasa (16/6/2026). Acara ini diikuti dengan antusiasme luar biasa oleh 771 peserta yang terdiri dari murid-murid, wali murid, serta jajaran guru dan karyawan.

​Kegiatan ini dibagi ke dalam dua sesi penayangan demi mengakomodasi seluruh jenjang kelas secara kondusif. Penayangan sesi pertama dimulai pukul 11.00 WIB khusus untuk siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 3, sementara sesi kedua berlangsung pada pukul 13.00 WIB untuk siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6. Seluruh keluarga besar Muhammadiyah Ngagel tampak memadati area bioskop dengan penuh semangat.

​Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya Edy Susanto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa agenda nobar ini menjadi alternatif penyegaran (refreshing) yang positif bagi para siswa setelah menempuh rangkaian ujian dan aktivitas akademik yang padat di sekolah. Lebih dari sekadar hiburan visual, pemilihan film adaptasi mahakarya peraih nominasi Oscar arahan sutradara kondang Hanung Bramantyo serta produser Manoj Punjabi ini membawa misi edukasi yang sangat mendalam.

​”Film ini bukan sekadar tontonan liburan biasa, melainkan media edukasi yang luar biasa untuk membangun empati, kebersamaan, dan kesabaran di dalam diri anak-anak kita. Melalui kisah perjuangan Ali dan Zahra, para siswa dilatih untuk memiliki mental pejuang (fighting spirit) dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi keterbatasan situasi apa pun. Anak-anak dilatih untuk tidak mudah menyerah,” ujarnya.

​Film “Children of Heaven” versi adaptasi baru ini sendiri mengisahkan tentang hubungan kakak beradik, Ali dan Zahra, yang bersekolah di madrasah Muhammadiyah. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, mereka harus rela bergantian memakai satu-satunya sepasang sepatu yang tersisa demi bisa tetap bersekolah. Konflik jadwal sekolah—di mana Zahra masuk sekolah pagi hari dan Ali pada siang hari—menuntut mereka terus berkejaran dengan waktu serta aturan ketat sekolah.

​Meskipun dalam keterbatasan, Ali digambarkan sebagai anak yang cerdas, berbakti, dan memiliki nilai akademis yang sangat bagus hingga diapresiasi oleh wali kelasnya. Di akhir cerita, karakter Ali yang terbiasa berlari mengejar waktu akibat bergantian sepatu tersebut berhasil memenangkan Juara 1 dalam perlombaan lari maraton se-Kota Semarang. Atas prestasi serta nilai keteladanan yang ditunjukkannya, Ali mendapat apresiasi tinggi dari kepala sekolahnya yang juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman sebelumnya, setelah menyadari betapa besarnya rasa empati Ali demi melindungi adiknya.

​Apresiasi atas inisiatif edukatif luar biasa ini tidak hanya datang dari internal sekolah, tetapi juga dari industri perfilman nasional. SD Muhammadiyah 4 Surabaya secara khusus berhasil mendapatkan “Sertifikat Apresiasi” resmi dari Manoj Punjabi selaku Produser MD Pictures yang memproduksi film tersebut. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas komitmen Mudipat Surabaya dalam mengintegrasikan karya seni berkualitas ke dalam penguatan pendidikan karakter bagi generasi bangsa.

​Melalui momentum nobar dan penghargaan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai luhur kepedulian sosial, tanggung jawab, kekeluargaan, serta kerja keras yang terpancar dari layar lebar dapat tertanam kuat dan diimplementasikan oleh seluruh siswa dalam kehidupan sehari-hari. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article