Surabaya, wartapoint – Ratusan warga dan simpatisan memadati agenda Pengajian Rutin yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dupak Bangunsari, Kota Surabaya. Kegiatan keagamaan yang mengusung tema “Menjadi Pribadi yang Lebih Baik di Tahun 1448 Hijriah” ini digelar sebagai refleksi spiritual sekaligus penguat ukhuwah Islamiyah di tengah pergantian tahun baru Islam.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. Toat Stiawan, M.HI., sebagai pembicara utama.
Lebih dari 100 warga Muhammadiyah Dupak Bangunsari menyimak dengan saksama rangkaian rukun kajian yang diarahkan untuk memperdalam pemahaman ideologi dan syariat agama tersebut.
Hijrah Bukan Sekadar Harapan
Dalam tausiyahnya, Dr. Toat Stiawan menekankan pentingnya memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) dan hijrah eksistensial menuju kualitas hidup yang lebih substantif. Menurutnya, sebuah perubahan kolektif ke arah yang lebih baik tidak akan pernah tercapai jika hanya berhenti pada tataran jargon atau harapan normatif.
”Masuknya tahun 1448 Hijriah hendaknya menjadi titik awal bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri. Perubahan itu harus dimanifestasikan secara konkret melalui eskalasi kualitas ibadah ritual, pembenahan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kontribusi nyata yang maslahat bagi umat dan masyarakat luas,” ujar Dr. Toat.
Ia juga menyitir sebuah pesan profetik mengenai hakikat keberuntungan seorang muslim. “Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik daripada kemarin, dan hari esok lebih baik daripada hari ini,” imbuhnya di hadapan para jamaah.
Konsolidasi Dakwah Pimpinan Persyarikatan
Nilai strategis pengajian ini semakin kuat dengan hadirnya sejumlah tokoh kunci persyarikatan. Tampak hadir di barisan depan jamaah, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, H. M. Arif’An, S.H., M.H., bersama dengan jajaran pimpinan Muhammadiyah tingkat cabang (PCM) serta ranting (PRM) se-Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Kehadiran jajaran pimpinan struktural lintas tingkatan ini menegaskan adanya komitmen serta konsolidasi yang solid dalam mengawal dakwah Islam yang mencerahkan, inklusif, dan berkemajuan di akar rumput kota metropolitan.
Melalui penyelenggaraan pengajian berkala ini, PRM Dupak Bangunsari memproyeksikan lahirnya spirit transformasi sosial yang dimulai dari penguatan spiritualitas individu.
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya diletakkan sebagai penanda pergantian kalender semata, melainkan dirawat sebagai momentum emas untuk memperkokoh ketauhidan, melipatgandakan amal saleh, mempererat rajutan persaudaraan, serta memperluas bentang kemanfaatan bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. (Rayhan/yupan)





