Jakarta, wartapoint – Peta dakwah kultural di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah kini memasuki babak baru dengan resmi dikukuhkannya lembaga Persatuan Drumband Muhammadiyah, yang selanjutnya disingkat sebagai PerDraMu. Lembaga seni budaya ini dibentuk secara khusus di bawah naungan Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah guna mewadahi sekaligus mengonsolidasikan seluruh unit drumband, marching band, serta aktivitas sejenis di kalangan warga Muhammadiyah.
Prosesi pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua LSB PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng.
Kehadiran PerDraMu diharapkan mampu menjadi oase baru dalam strategi syiar Islam yang berkemajuan, sekaligus menjadi payung organisasi bagi ribuan unit marching band yang tersebar di berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Empat Pilar Arus Utama PerDraMu
Lembaga ini lahir bukan sekadar sebagai wadah seremonial. PerDraMu diarsiteki dengan empat tujuan strategis yang berorientasi pada penguatan internal dan eksternal organisasi:
- Sarana Dakwah Kultural: Mentransformasikan kegiatan musikal drumband menjadi media syiar Islam yang inklusif, kreatif, dan menggembirakan.
- Forum Silaturahmi: Menjadi jembatan perekat kebersamaan dan komunikasi antar-insan, pelatih, serta pembina drumband Muhammadiyah secara nasional.
- Edukasi dan Pertukaran Wawasan: Menjadi pusat edukasi, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas teknis bagi para pegiat serta partisipan seni musik lapangan di lingkungan persyarikatan.
- Wadah Prestasi Akademik: Memayungi unit-unit drumband sekolah Muhammadiyah agar mampu bersaing secara sehat dan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.
Pascapelantikan ini, jajaran pengurus PerDraMu akan segera bergerak cepat melaksanakan proses konsolidasi internal guna menyusun program kerja taktis dan strategis jangka pendek maupun jangka panjang.
Sinergi ‘Pendekar’ Surabaya dan Semangat Arek Pesisir
Menakhodai tanggung jawab besar ini, kepengurusan PerDraMu diperkuat oleh jajaran pakar dan praktisi yang kompeten di bidangnya. Formasi kepengurusan diperkuat oleh sinergi para “pendekar” dari Surabaya yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan, organisasi, dan hukum.
Di jajaran garis depan, terdapat nama Novi Amrull Fatah, S.Pd., M.Pd., yang diamanahi posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Antar-Lembaga. Pergerakan organisasi ini juga disokong penuh oleh kehadiran para tokoh senior seperti M. Rohim, S.HI., M.Pd., Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd., serta arek pesisir Mohammad Tamrin.
Sementara itu, guna memastikan aspek advokasi, regulasi, dan komunikasi publik berjalan dengan mapan, PerDraMu menunjuk Sugianto, S.H., M.H. serta Sutrisno, S.HI., M.Pd. untuk menakhodai Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hukum & Hak Asasi Manusia (HAM).
Semangat membawa PerDraMu menuju panggung nasional ini tidak lepas dari filosofi perjuangan ketuanya yang berakar kuat dari basis kultural. Lahir sebagai “arek pesisir pantai” dan menempa kedisiplinan awal sebagai mantan anggota drumband Hizbul Wathan (HW) Sukolilo, kepemimpinan PerDraMu ke depan diprediksi akan membawa karakter yang tangguh, gigih, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui perpaduan antara manajemen organisasi yang modern, kekuatan hukum yang solid, dan akar sosiologis yang kuat, PerDraMu kini siap menabuh genderang dakwahnya di seantero negeri. (yupan)





