Surabaya, wartapoint – Dalam rangka mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah perairan regional, TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) resmi membuka Latihan Bersama (Latma) Malindo Jaya 28 AB/2026. Berlokasi di Kota Pahlawan, latihan dua tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 17 hingga 21 Juni 2026.
Upacara pembukaan latihan bilateral ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II, Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya, di Makoarmada II, Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (17/6).
“Ini merupakan latihan bersama yang sifatnya bilateral antara TNI Angkatan Laut dan Tentera Laut Diraja Malaysia. Latihan ini merupakan latihan dua tahunan,” ungkap Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Misi Utama: Interoperabilitas dan Kerja Sama Biliteral
Tahun ini, Latma Malindo Jaya mengusung tema: “TNI AL melaksanakan Latma Malindo Jaya 28 AB/26 dengan TLDM di Surabaya dan perairan Laut Jawa, Indonesia, dalam rangka meningkatkan kerja sama militer dan Interoperabilitas antara Indonesia dan Malaysia.”
Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk mendongkrak kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta interoperabilitas—yakni kemampuan sistem dan perangkat yang berbeda untuk saling terhubung dan bertukar data secara aman dan efektif—di antara prajurit kedua negara penjaga kedaulatan laut tersebut.
Dua Tahapan Strategis Latihan
Pangkoarmada II menjelaskan bahwa Latma Malindo Jaya 28 AB/2026 akan dibagi menjadi dua tahapan krusial:
1. Harbour Phase (Fase Pelabuhan)
Dimulai sejak hari pertama pembukaan, fase ini berfokus pada kegiatan konsolidasi, diplomasi, dan persiapan teknis di darat. Beberapa agenda yang dilaksanakan meliputi:
- Penyambutan kapal perang TLDM.
- Pre Sail Brief dan Courtesy Call.
- Official Dinner dan Deck Reception.
- Upacara peletakan karangan bunga di Monumen Nanggala.
- Sport Interaction (olahraga bersama) untuk mencairkan suasana antar-prajurit.
2. Sea Phase (Fase Laut)
Berlangsung pada 19–21 Juni 2026, fase ini merupakan inti dari latihan taktis yang digelar langsung di perairan Laut Jawa. Ragam simulasi tempur dan operasional yang akan diujikan meliputi:
- Departure dan Pilotage serta Officer of the Watch Maneuvering Exercise (OOW MANEX).
- PHOTO Exercise (PHOTEX) dan Screen Exercise (SCREENEX).
- Gunnery Exercise (GUNNEX) atau latihan penembakan.
- Publication Exercise (PUBEX).
- Vertical Replenishment (VERTREP) dan Replenishment at Sea Approach (RASAP).
- Boarding Exercise (BOARDEX).
Alutsista dan Pasukan Elit yang Diterjunkan
Untuk memastikan latihan berjalan dengan kekuatan penuh, kedua negara mengerahkan armada tempur terbaik beserta pasukan khususnya:
| Jajaran Unsur | TNI Angkatan Laut (Indonesia) | Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) |
|---|---|---|
| Kapal Perang | • KRI Sultan Iskandar Muda-367 • KRI Tombak-629 | • KD Rencong • KD Selangor |
| Udara | • Heli Bell HU-4205 | – |
| Pasukan Khusus | • Tim VBSS Satkopaska Koarmada II | • Tim PASKAL (Pasukan Khas Laut) |
Selaras dengan Arahan Pimpinan
Pelaksanaan Latma Malindo Jaya ini juga menjadi wujud nyata dari instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Kasal menekankan pentingnya kesiapan matang dan dedikasi penuh dalam setiap tugas internasional.
Kasal mengimbau agar seluruh jajaran mempersiapkan latihan bersama negara sahabat—terutama Malaysia—secara optimal. Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kerja sama militer yang solid sekaligus memperkuat posisi tawar serta profesionalisme TNI AL di kancah internasional. (Armand)





