Surabaya, wartapoint – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd, secara resmi membuka kegiatan “Dialog Khusus Bersama Tokoh Bangsa” yang digelar di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Wuni, Surabaya, Kamis (18/6/2026). Diskusi strategis ini menghadirkan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin, yang mengupas tuntas tema krusial: “Kepemimpinan Moral dan Arah Kebijakan Publik di Tengah Krisis Global”.
Dalam sambutannya, Ridlwan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya forum tersebut. Ia menekankan bahwa esensi dari dialog kebangsaan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan sebuah proses edukasi politik dan kebijakan yang sangat berharga bagi internal persyarikatan.
“Kegiatan dialog ini sangat penting karena menjadi pengalaman kita semua sebagai warga Muhammadiyah. Lewat forum ini kita belajar membaca situasi global, lalu menarik benang merahnya untuk kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan umat,” ujar Ridlwan.
Urgensi Kompas Moral di Tengah Krisis Global
Lebih lanjut, Dr. Ridlwan menyoroti frasa “Kepemimpinan Moral” yang diangkat sebagai tema utama. Di tengah gejolak dunia saat ini, ia menilai tantangan terbesar pemimpin masa depan bukan lagi sekadar kecerdasan teknis atau manajerial, melainkan integritas moral yang kokoh.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral dan sejarah untuk ikut mengawal arah kebijakan bangsa.
“Pemimpin hari ini tidak cukup cerdas secara teknis, tapi harus punya kompas moral yang jelas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan gagasan segar serta menyiapkan kader-kader terbaik yang siap mengisi ruang kebijakan publik dengan fondasi nilai-nilai Islam berkemajuan.
Menakar Ulang Etika Kebijakan Publik
Senada dengan Ketua PDM Surabaya, Prof. Dr. Din Syamsuddin dalam pemaparannya mengajak seluruh peserta untuk menakar dan mengevaluasi ulang arah kebijakan publik saat ini. Prof. Din mengingatkan agar perumusan kebijakan, baik di tingkat nasional maupun daerah, tidak kehilangan arah etika di tengah hantaman badai geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif di Pusat Dakwah Muhammadiyah ini turut dihadiri oleh segenap jajaran pleno PDM Surabaya, pimpinan Organisasi Otonom (Ortom), serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Melalui momentum ini, PDM Surabaya berharap forum-forum kajian strategis serupa dapat digelar secara rutin. Tujuannya agar warga Muhammadiyah di Kota Pahlawan memiliki literasi kebijakan yang kuat serta siap memberikan kontribusi nyata yang solutif bagi pembangunan Kota Surabaya ke depan. (Bagas/yupan)





