Yogyakarta, wartapoint — Semangat kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga besar MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya saat memulai perjalanan bertajuk Family Gathering 2026 menuju Yogyakarta, Jumat (26/6/2026). Mengusung tema besar “From Family Become The Best Glory”, agenda tahunan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengokohkan sinergi antar-elemen madrasah.
Sejak pagi hari, atmosfer antusiasme telah terasa di titik keberangkatan. Ratusan peserta yang terdiri dari jajaran guru, tenaga kependidikan, serta anggota keluarga mereka berkumpul dengan tertib. Tepat pukul 07.00 WIB, rombongan secara resmi bertolak dari Kota Surabaya menuju Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam perjalanan lintas provinsi tersebut, rombongan menyempatkan diri untuk singgah di Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo, guna melaksanakan ibadah Shalat Jumat berjamaah. Persinggahan ini tidak sekadar menjadi momen istirahat fisik, melainkan juga wahana spiritualitas bersama. Di bawah megahnya kubah masjid, keluarga besar MIM 25 Surabaya melangsungkan doa bersama demi kelancaran seluruh rangkaian acara dan keberkahan institusi ke depan.
Sumber Kekuatan Madrasah
Puncak acara kebersamaan kemudian digelar secara khidmat di Burza Hotel, Yogyakarta. Dalam forum formal yang dibalut nuansa hangat kekeluargaan tersebut, Kepala Madrasah MIM 25 Surabaya, Ustaz Ferry Rismawan, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas soliditas yang ditunjukkan seluruh civitas akademika.
”Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan. Kehadiran Bapak, Ibu, serta putra-putri tercinta menjadi bukti nyata bahwa keluarga adalah sumber kekuatan utama yang mendasari dan mendukung setiap langkah pengabdian kita di madrasah,” ujar Ustaz Ferry dalam sambutannya.
Ustaz Ferry menggarisbawahi relevansi tema “From Family Become The Best Glory” dengan dinamika perkembangan madrasah saat ini. Menurut beliau, raihan prestasi akademis maupun non-akademis yang kini disandang oleh MIM 25 Surabaya tidak pernah lepas dari ekosistem domestik yang harmonis.
”Jika hari ini MIM 25 mampu berkembang pesat, melahirkan berbagai program unggulan, dan meraih beragam penghargaan, maka di balik itu semua ada peran keluarga yang setia mendukung. Ada suami dan istri yang saling menguatkan di rumah, ada anak-anak yang menjadi pemantik semangat, serta ada doa-doa tulus yang terus mengalir,” tambahnya.
Apresiasi Dukungan Struktural
Secara khusus, pihak madrasah juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran yang senantiasa mengawal arah kebijakan mutu sekolah.
Dukungan struktural dari Ketua PCM Kenjeran Ustaz Ali Fauzi, M.Pd.I, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kenjeran Ustaz Edy Susanto, M.Pd, serta Sekretaris PCM Kenjeran Ustaz Jatim, diakui menjadi energi tambahan bagi madrasah untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.
Melalui kegiatan rekreasi yang integratif ini, Ustaz Ferry berharap kapasitas soliditas internal terus meningkat. Pola komunikasi yang cair selama di Yogyakarta diharapkan mampu mereduksi hambatan psikologis kerja, sehingga mampu mentransformasikan target madrasah menjadi keberhasilan kolektif.
”Mari kita jadikan kebersamaan ini sebagai modal sosial untuk melangkah lebih jauh. Target kita ke depan adalah membangun madrasah yang maju, kuat, dan berkemajuan. Kita tidak ingin sukses secara individual, melainkan sukses bersama dan sejahtera bersama,” tegasnya.
Nuansa akrab malam keakraban ditutup dengan sebuah pantun jenaka penuh makna dari Kepala Madrasah, yang spontan memantik gemuruh tepuk tangan dari seluruh hadirin:
“Mlaku-mlaku nang Jogjakarta,
Menikmati indahnya kota budaya.
Keluarga MIM 25 luar biasa,
Kompak bersama meraih sukses dan sejahtera.”
(Siti Islaha)





