spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Hadiri Kajian Ahad Pagi PCM Bubutan, Din Syamsuddin: “Ranting Itu Penting, Ujung Tombak Gerakan Dakwah”

Must read

Surabaya, wartapoint – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, MA., Ph.D., menghadiri sekaligus memberikan taushiyah dalam agenda Kajian Pencerah Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bubutan, Kota Surabaya, Ahad (28/62026).

Kehadiran tokoh nasional yang aktif berkeliling mengisi pengajian ini disambut antusias oleh ribuan warga dan simpatisan Muhammadiyah setempat.

​Dalam ceramah politik kemanusiaan dan keumatannya, Din Syamsuddin mengaku sangat bangga dan mengapresiasi pesatnya perkembangan Muhammadiyah di Kecamatan Bubutan. Ia bahkan memberikan pujian khusus terhadap konsistensi dakwah di wilayah ini.

​”Ini adalah jamaah sepanjang dan terpanjang, serta kajian terpanjang yang pernah saya hadiri,” ujarnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Din Syamsuddin juga mengenang sosok ulama besar yang juga mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, almarhum KH. Anwar Zain, yang ia sebut sebagai figur ulama besar sekaligus representasi anggota muda yang visioner di masanya.

​Muhammadiyah Sebagai Sekolah Para Pemimpin

​Mengingat rekam jejaknya yang luar biasa—10 tahun menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dan 15 tahun berada di jajaran Pimpinan Pusat—Din Syamsuddin menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah school of the new leaders atau sekolahnya para pemimpin masa depan.

​Ia menceritakan pengalaman ikonik ketika pada saat yang sama, dirinya diminta membuka dan meresmikan sebuah ranting baru yang dipimpin oleh Hajriyanto Y. Thohari (mantan Wakil Ketua MPR RI). Kisah ini dibagikan untuk melecut semangat para pengurus di tingkat akar rumput.

​Menurutnya, eksistensi Ranting dan Cabang adalah fondasi utama organisasi.

​”Ranting itu penting. Ranting yang aktif akan membuat Cabang berkembang, begitu pula PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) di tingkat kota,” tegasnya.

​Sambil berseloroh yang mencairkan suasana, ia menambahkan pentingnya berjuang di tingkat bawah. “Maka dari itu, yang masuk surga duluan adalah orang-orang di Ranting. Cabang belakangan, apalagi PDM, PWM, dan PP,” kelakarnya yang disambut tawa jemaah.

​Refleksi Hijrah dan Perubahan Kaum

​Menutup ceramahnya, Din Syamsuddin mengajak seluruh jemaah untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan di lingkungan PCM Bubutan. Ia menekankan esensi dari hijrah dan diaspora.

​”Hijrah itu bukan sekadar pindah fisik dari satu tempat ke tempat lainnya. Perpindahan fisik atau berdiaspora itu adalah sunnatullah, sesuatu yang wajar. Namun, esensi hijrah yang sebenarnya adalah perubahan,” urainya.

​Ia memaparkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri maupun kelompok demi menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Din Syamsuddin kemudian mengutip hadits Nabi Muhammad SAW mengenai kerugian bagi orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin, serta menukil ayat Al-Qur’an (Surah Ar-Ra’d ayat 11) tentang ketetapan Allah SWT yang tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article