Surabaya, wartapoint — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka akses Jalan Radial Road Lontar di kawasan Surabaya Barat pada Senin (29/6/2026) sore. Pembukaan jalur baru ini dibarengi dengan pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas satu arah guna mengatasi persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Peresmian dan pembukaan akses jalan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD) terkait.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa Jalan Radial Road Lontar kini sudah dapat difungsikan oleh pengguna jalan. Namun, untuk tahap awal, jalur ini hanya diberlakukan satu arah.
“Radial Road ini akan kita fungsikan untuk orang bisa lewat. Tapi hanya satu arah, dari timur ke barat,” ujar Eri di lokasi.
Rekayasa Lalu Lintas dan Sosialisasi
Sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas ini, Pemkot Surabaya juga akan mengubah skema arus di Jalan Raya Lontar yang semula dua arah menjadi satu arah. Sosialisasi intensif kepada masyarakat akan segera dilakukan agar perubahan ini berjalan optimal.
Eri, yang akrab disapa Cak Eri, menjelaskan bahwa Jalan Raya Lontar yang ada saat ini terbilang sempit sehingga kerap memicu penumpukan kendaraan. Dengan memecah arus ke jalur baru, beban jalan lama dipastikan akan berkurang drastis.
“Jalan Lontar itu karena jalurnya kecil, ada dua jalur (arah). Nah, ini dibuat satu arah (untuk tiap jalan). Tapi ini sudah kita buka dulu (Radial Road) biar mengurangi kemacetan, dan nanti insyaallah di minggu depan sudah berjalan dua-duanya,” kata Eri.
Setelah sistem satu arah ini diterapkan sepenuhnya di kedua jalur, arus kendaraan dari arah Pakuwon Trade Centre (PTC) menuju Citraland maupun sebaliknya akan terpecah.
“Insyaallah sudah tidak macet, karena di Jalan Lontar macetnya panjang itu. Dengan adanya Radial Road ini, kemacetan di daerah Lontar bisa terurai karena arusnya sudah terbagi,” tutur Eri menambahkan.
Dampak Ekonomi dan Investasi
Selain berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Surabaya Barat, keberadaan Jalan Radial Road Lontar ini diproyeksikan membawa dampak positif bagi iklim investasi dan perekonomian kota.
Menurut Eri, kawasan di sekitar jalur baru tersebut kini telah bertransformasi menjadi area jasa dan perdagangan. Perubahan fungsi lahan ini otomatis akan mendongkrak nilai kawasan.
“Jadi di posisi jalan ini, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) naik karena menjadi jalan besar. Otomatis PBB akan naik karena peruntukannya tidak lagi sebagai kawasan hunian rumah, melainkan sudah menjadi kawasan jasa perdagangan,” terangnya.
Uji Coba Berlangsung Dua Pekan
Sementara itu, Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah memaparkan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas ini direncanakan berlangsung selama dua pekan ke depan.
Dalam skema uji coba saat ini, kendaraan yang melaju dari arah timur ke barat akan diarahkan sepenuhnya melalui Jalan Radial Road Lontar. Sebaliknya, kendaraan dari arah barat menuju ke timur akan dialihkan lewat Jalan Raya Lontar yang lama.
“Selama ini Jalan Lontar kan dua arah. Nah, Pak Wali ingin menguji coba sistem satu arah ini untuk mengurai kemacetan. Kita uji coba rekayasa dulu. Dalam satu minggu ini, jika berjalan lancar dan tidak ada masalah, jalan akan segera diresmikan,” pungkas Hidayat. (Armand)





