spot_img
Friday, July 3, 2026
spot_img
spot_img

Sentuhan Digital di Warkop Ayah: Saat Warung Kopi Pojok Kampung Mulai “Go Digital”

Must read

Surabaya, wartapoint — Menikmati segelas kopi hangat di Warkop Ayah telah menjadi rutinitas harian yang melekat bagi warga di salah satu sudut Kota Surabaya sejak tahun 2019. Namun, ada yang berbeda dengan warung kopi sederhana ini belakangan ini. Warkop yang semula mengandalkan operasional konvensional tersebut kini tengah melangkah lebih jauh memasuki ekosistem digital.

​Melalui program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Kelompok Informatika Untuk Masyarakat (IUM), Warkop Ayah kini bertransformasi. Bukan lagi sekadar tempat nongkrong lokal di pojok kampung, melainkan sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mulai “Go Digital” demi meningkatkan daya saing di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

​Program digitalisasi ini dimotori oleh tim mahasiswa Informatika Universitas Telkom Surabaya yang tergabung dalam Kelompok IUM. Langkah nyata ini berfokus pada pembangunan infrastruktur digital mandiri bagi pelaku usaha, sehingga mereka memiliki media promosi dan pengelolaan yang dapat diakses secara luas tanpa terbatas sekat fisik.

​Kolaborasi ini terjalin erat antara tim mahasiswa, pemilik usaha Warkop Ayah Ibu Isnaini, serta didampingi oleh tim dosen pembimbing yang terdiri dari Kharisma Monika Dian Pertiwi, S.Kom., M.Kom., Fandisya Rahman, S.Kom., M.Kom., dan Dr. Dyah Putri Rahmawati, S.Stat. Sinergi ini berhasil menciptakan platform digital yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

​Bertahan Sejak 2019 dengan Pasar Terbatas

​Pemilik Warkop Ayah, Ibu Isnaini, menceritakan bahwa usahanya memiliki rekam jejak perjuangan yang kuat. Dimulai dari warung yang sangat sederhana pada 2019, ia terus berinovasi menambah variasi menu, mulai dari camilan hingga aneka minuman, agar tetap bertahan.

​Meski mampu melewati berbagai tantangan termasuk masa pandemi, Isnaini mengakui bahwa manajemen operasional dan pemasarannya selama ini masih bersifat luring (offline) sepenuhnya. Pemasaran yang hanya mengandalkan promosi dari “mulut ke mulut” membuat jangkauan pasar Warkop Ayah mandek dan terbatas pada warga sekitar kampung saja.

​Padahal, di era globalisasi dan pascapandemi seperti saat ini, strategi pemasaran yang adaptif sangat krusial bagi keberlanjutan usaha. Titik lemah inilah yang kemudian mendorong urgensi transformasi menuju arah e-business.

​Solusi Digital yang Membumi

​Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Telkom Surabaya menerapkan beberapa solusi digital praktis yang langsung menyasar kebutuhan Warkop Ayah:

  • Pembuatan Website Khusus: Menghadirkan profil warung dalam genggaman pelanggan sebagai media informasi dan promosi digital yang dapat diakses via ponsel maupun desktop.
  • Pendaftaran Google Maps: Mendaftarkan lokasi fisik usaha ke radar Google Maps agar rute menuju warkop dapat ditemukan dengan mudah oleh pemburu kopi di luar wilayah kampung.
  • Penyegaran Identitas Visual (Branding): Memperkuat aspek visual di dunia nyata dengan pengadaan media promosi fisik berupa banner baru yang lebih segar.
  • Digitalisasi Menu dan Harga: Mengelola daftar menu secara digital agar lebih rapi dan transparan bagi konsumen, sekaligus memudahkan pemilik memperbarui harga atau menambah produk secara efisien layaknya aplikasi pintar.

​Dampak Nyata pada Penjualan

​Setelah implementasi teknologi tersebut dilakukan, dampak positif mulai dirasakan langsung pada perkembangan bisnis Warkop Ayah.

​Sistem informasi yang terintegrasi secara digital sukses memperluas jangkauan pasar, yang berujung pada tren kenaikan omzet penjualan harian. Dari sisi konsumen, pelanggan kini merasa lebih dimudahkan karena dapat memantau menu dan lokasi kapan saja sebelum datang berkunjung.

​Lebih dari sekadar angka penjualan, transformasi ini berhasil mendongkrak citra (branding) Warkop Ayah. Warung kopi di pojok kampung ini kini dipandang sebagai usaha kuliner yang maju, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah Warkop Ayah menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi bukanlah hal yang mustahil bagi pelaku UMKM di tingkat akar rumput. (Red)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article