Surabaya, wartapoint – Nuansa khidmat sekaligus penuh haru menyelimuti salah satu sudut pusat perbelanjaan ITC Mall Surabaya pada Minggu siang (28/6/2026). Ratusan anak yatim berkumpul, memancarkan senyum semringah dalam gelaran aksi sosial tahunan Gebyar Muharram yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Banat Surabaya.
Mengusung tema besar “Yatim Tersenyum, Umat Kuat, Negeri Berkah”, organisasi keputrian alumni pesantren ini sukses menyalurkan santunan kepada 300 anak yatim yang tersebar di wilayah Surabaya.
Aksi kepedulian yang menjadi agenda terbesar IASS Banat Surabaya tahun ini sengaja dibagi secara merata di dua titik strategis untuk memastikan penyaluran berjalan tertib.
Sinergi Kebaikan di Dua Lokasi
Penyaluran gelombang pertama dimulai sejak pukul 08.00 WIB di panti Darul Aitam Sidogiri Surabaya, dengan menyasar 150 anak yatim. Seusai agenda pertama rampung, rombongan panitia langsung bergerak menuju ITC Mall Surabaya sebagai lokasi kedua untuk menyantuni 150 anak yatim lainnya.
”Alhamdulillah, tahun ini total ada 300 anak yatim yang kami santuni. Sebanyak 150 anak di Darul Aitam Sidogiri, dan 150 anak lagi di lokasi acara (mall) ini,” ujar Ketua Umum IASS Banat Surabaya, Hj. Romziyah, S.Pd., saat ditemui di sela-sela acara.
Antusiasme Donatur Meluap hingga Turun Panggung
Ada pemandangan tidak biasa yang mencuri perhatian dalam gelaran kali ini. Pihak panitia mencatat adanya lonjakan partisipasi para donatur yang luar biasa hingga melampaui estimasi awal.
Dari target awal sekitar 25 donatur yang terdaftar, jumlah dermawan yang hadir secara langsung membeludak hingga lebih dari 30 orang. Saking banyaknya donatur yang naik untuk memberikan dukungan moral dan material secara langsung, fasilitas kursi di atas panggung utama terpantau tidak lagi mencukupi.
“Antusiasme donatur tahun ini sangat luar biasa, bahkan kursi di panggung sampai tidak muat dan sebagian harus rela turun ke bawah,” kata Romziyah dengan nada penuh syukur.
Mayoritas donatur yang terlibat merupakan para alumni IASS Banat sendiri yang kini telah berkiprah dan sukses di berbagai sektor masyarakat. Bagi Romziyah, kepercayaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun ini merupakan amanah besar yang wajib dijaga secara transparan dan akuntabel.
”Bagi kami, setiap senyuman anak yatim adalah keberkahan. Walaupun lelah mempersiapkan acara ini, semuanya langsung terasa lega dan hilang seketika saat melihat mereka bahagia,” tuturnya menahan haru.
Menularkan Semangat Belajar
Semangat berbagi di bulan suci umat Islam ini juga memantik komitmen dari kalangan pelaku usaha. Fitrianisa, salah satu donatur yang hadir di lokasi, mengungkapkan rasa bahagianya bisa berkontribusi langsung dalam menghadirkan secercah kebahagiaan bagi anak-anak tersebut.
”Alhamdulillah, saya bisa ikut andil dalam donasi untuk anak yatim ini. Semoga ke depannya semakin banyak lagi para donatur di luar sana yang tergerak dan secara sukarela menyisihkan sebagian hartanya,” kata Fitrianisa.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Fitrianisa berharap santunan ini dapat menjadi motor penggerak bagi anak-anak yatim untuk menatap masa depan secara optimistis, terutama dalam menempuh bangku pendidikan.
”Harapannya, dengan adanya bantuan ini bisa membantu mereka. Semoga mereka bisa menjadi lebih baik lagi dan makin semangat belajar,” tambahnya. Ia juga menegaskan komitmen perusahaannya untuk menjadikan aksi sosial semacam ini sebagai agenda rutin tahunan demi menebar lebih banyak kemaslahatan bagi sesama. (Armand)





