
Surabaya, wartapoint — SD Muhammadiyah 18 Surabaya terus berkomitmen membentuk karakter siswa yang peduli dan gemar berbagi. Melalui Kantor Layanan LAZISMU (KLL), sekolah menggelar program Gerakan Filantropi KA’BAH (Kaleng Berkah) yang diawali dengan kegiatan kreatif bertajuk “Menghias Kaleng Berkah” pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 1 dengan penuh antusias. Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa menerima satu kaleng berkah dari Ustadz dan Ustadzah, lengkap dengan beragam stiker warna-warni. Anak-anak dibebaskan mengekspresikan kreativitas mereka untuk merancang desain kaleng sesuai imajinasi masing-masing.
Suasana kegiatan berjalan meriah dan penuh keceriaan. Para siswa saling berlomba menghias kaleng mereka agar tampil unik dan menarik, mulai dari menyusun stiker berpola hingga memadukan beragam warna.
Namun, aktivitas ini bukan sekadar mengasah kreativitas seni. Di balik kegiatan menyenangkan tersebut, terselip misi edukasi untuk menanamkan nilai kepedulian sosial sejak usia dini.
Kaleng berkah yang telah dihias selanjutnya dibawa pulang oleh masing-masing siswa untuk dijadikan wadah mengumpulkan infak harian atau mingguan. Setiap hari Jumat, anak-anak diajak untuk menyisihkan sebagian rezekinya secara ikhlas ke dalam kaleng tersebut.
Dana infak yang terkumpul melalui program KA’BAH nantinya disalurkan melalui LAZISMU untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya menyampaikan harapannya agar program ini mampu membentuk kebiasaan positif dalam diri para siswa.
“Semoga melalui Gerakan Filantropi KA’BAH ini, anak-anak tidak hanya senang menghias kaleng, tetapi juga memahami makna berbagi dan peduli kepada sesama. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan ikhlas, semoga tumbuh karakter anak-anak yang gemar berbagi dan membantu orang lain,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, SD Muhammadiyah 18 Surabaya membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus berulang di dalam kelas. Pembiasaan rutin berinfak setiap hari Jumat ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam melahirkan generasi yang berjiwa dermawan, ikhlas, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (Chindy/yupan)





