
Surabaya, wartapoint – Kerukunan dan toleransi antarumat beragama tampak nyata di wilayah RW 007 Sambirogo, Sambikerep, Surabaya. Secara konsisten, warga setempat menggelar Kajian Ahad Pagi bulanan secara bergantian antarmasjid—baik yang dikelola oleh Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah. Tanpa menyinggung persoalan khilafiyah, kajian fokus membahas topik-topik keumatan yang inklusif.
Pada gelaran terbaru, Ahad (30/8/2026), lebih dari 200 jamaah memadati halaman Masjid Al-Huda—masjid kelolaan Muhammadiyah yang pernah meraih Juara 2 Pengelolaan Masjid Terbaik tingkat Jawa Timur. Kajian kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Najib Sulhan dengan mengusung tema “Mengisi Kemerdekaan dengan Meneladani Rasulullah SAW.”
Pentingnya Nation and Character Building
Dalam ceramahnya, Ustadz Najib menggarisbawahi pentingnya konsep pendidikan karakter di lingkungan sekolah maupun keluarga. Ia mengutip pesan bersejarah dari Proklamator RI, Ir. Soekarno, mengenai pentingnya pembangunan jiwa bangsa.
“Untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengutamakan pelaksanaan nation and character building. Bahkan Bung Karno mewanti-wanti, jika pembangunan karakter ini tidak berhasil, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli,” tegasnya.
Peta Jalan Kesuksesan dan Benteng Diri
Menurut Najib, penanaman karakter sejak dini berfungsi sebagai fondasi utama sekaligus “peta jalan” menuju kesuksesan anak. Karakter yang kuat di masa kecil akan menjadi benteng moral saat anak berhadapan dengan pengaruh lingkungan di masa depan.
”Ketika anak-anak memiliki dasar karakter yang kuat, itu menjadi peta jalan mereka. Bahkan jika dalam perjalanannya mereka sempat terpengaruh atau salah arah, suatu saat anak akan tahu ‘jalan pulang’ karena menyadari kesalahannya. Sebaliknya, tanpa pendidikan karakter sejak dini, anak akan sulit kembali saat terjerumus pengaruh buruk karena tidak memiliki memori kebaikan,” paparnya.
Empat Sifat Utama Rasulullah SAW
Lebih lanjut, Najib menjelaskan bahwa teladan terbaik dalam pembentukan karakter bersumber dari Rasulullah SAW yang diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia melalui empat sifat utama:
- Siddiq (Jujur): Berkata dan bertindak jujur hingga melegenda sejak kecil dengan julukan Al-Amin.
- Amanah (Terpercaya): Menjalankan setiap tanggung jawab dengan integritas tinggi sehingga menjadi teladan utama.
- Tabligh (Menyampaikan): Menyampaikan kebenaran secara transparan tanpa ada yang disembunyikan.
- Fathanah (Cerdas): Memiliki kecerdasan nyata yang diaplikasikan secara jujur demi memberi kemanfaatan dan rahmatan lil ‘alamin.
Melalui penguatan karakter berbasis keteladanan Nabi, kajian lintas ormas di Sambirogo ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masjid, sekolah, dan rumah tangga dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia. (yupan)
#beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya #muhammadiyah





