
Surabaya, wartapoint – Kunci keberhasilan Nabi Muhammad saw. dalam mengubah masyarakat Arab yang terpecah menjadi peradaban yang kuat terletak pada integritas dan kecerdasan strategi. Hal tersebut menjadi benang merah dalam Pengajian Sang Surya yang digelar Majelis Tabligh PCM Semampir di Masjid Al Mukhlis, Jalan Bulaksari No. 33, Surabaya, Ahad (6/9/2026).
Menghadirkan narasumber Ustadz Dr. H. Muhammad Sulthon Amien, M.M., kajian bertema “Meneladani Perjuangan Sang Nabi” ini mengajak jamaah melihat Rasulullah saw. tidak hanya sebagai nabi dan rasul, tetapi juga sebagai pemimpin visioner yang berhasil melakukan transformasi sosial terbesar dalam sejarah peradaban manusia.
Kejujuran sebagai Modal Utama Kepemimpinan
Dalam paparan materinya, Ustadz Sulton menekankan bahwa jauh sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad saw. telah dikenal dengan gelar Al-Amin (dapat dipercaya). Sifat jujur dan transparan inilah yang menjadi fondasi utama beliau dalam memimpin umat dan menyampaikan risalah Islam.
”Kepemimpinan tanpa kejujuran akan kehilangan kepercayaan. Padahal, kepercayaan adalah modal utama dalam membangun organisasi, lembaga, maupun masyarakat,” ujar Ustadz Sulton di hadapan para jamaah. Nilai ini dinilainya sangat relevan untuk menjawab krisis kepemimpinan di era modern.
Kepemimpinan Strategis dan Makna Tawakal
Selain kejujuran, Rasulullah saw. membuktikan bahwa perjuangan membutuhkan perencanaan yang matang. Beliau tidak sekadar mengandalkan kekuatan, melainkan selalu memperhitungkan kondisi, menyusun strategi, dan bermusyawarah dengan para sahabat sebelum mengambil keputusan.
Lewat teladan ini, jamaah diajak memahami konsep tawakal yang benar. Tawakal bukanlah sikap pasrah tanpa usaha, melainkan keberanian untuk berikhtiar dan berstrategi secara maksimal, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Menjaga Kualitas Umat di Tengah Pertumbuhan Global
Menutup kajiannya, Ustadz Sulton menyoroti perkembangan Islam yang kian pesat di berbagai negara maju. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan kuantitas tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas karakter umat.
Mencintai Rasulullah saw. harus diwujudkan dalam aksi nyata sehari-hari, seperti tampil ramah, murah senyum, bermusyawarah, serta mempraktikkan kejujuran dalam dunia kerja maupun perniagaan.
Melalui Pengajian Sang Surya ini, warga Muhammadiyah diharapkan dapat menerjemahkan keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan besar senantiasa bermula dari karakter yang kuat, dan warisan terpenting dari Sang Nabi adalah menjadi pribadi yang senantiasa dapat dipercaya. (Ahmad)
#muhammadiyah #beritanasional #indonesia #jawatimur #surabaya





