Gandeng Ustadz Bagus, SD Muhammadiyah 26 Surabaya Tekankan Pentingnya Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Menyadari bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, SD Muhammadiyah 26 Surabaya menggelar agenda Parenting Day untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada Sabtu (5/9/2026). Mengusung tema “Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Membentuk Generasi Unggul,” forum ini diselenggarakan sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi antara rumah dan sekolah.

​Hadir sebagai pembicara utama, Konselor Pendidikan & Keluarga Bagoes Sanyoto, M.Psi. (Ustadz Bagus), mengupas tuntas strategi pengasuhan di tengah pesatnya perubahan zaman. Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif di bawah panduan Dr. Tiara Dinar Aulia, S.IKom., MM., yang juga merupakan perwakilan wali murid sekolah setempat.

​Dalam pemaparannya, Ustadz Bagoes Sanyoto menekankan pentingnya keselarasan mindset antara guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital. Beliau menyampaikan tiga poin krusial:

  • Keteladanan Sebelum Aturan: Anak-anak di era modern lebih merespons apa yang mereka lihat ketimbang apa yang sekadar diucapkan. Pembentukan karakter yang kuat bermula dari konsistensi sikap orang tua dan guru.
  • Komunikasi Dua Arah: Pengasuhan yang efektif tidak lagi berbentuk instruksi satu arah, melainkan membangun dialog yang mendengarkan empati dan emosi anak.
  • Menyeleraskan Pola Asuh Sekolah & Rumah: Ketidakcocokan antara aturan di sekolah dan kebiasaan di rumah dapat memicu kebingungan pada anak. Oleh karena itu, sinergi dan komunikasi rutin menjadi kunci utama.

Dua Pilar Penguat Karakter Anak

​Melalui pertemuan ini, pihak sekolah menegaskan bahwa keluarga dan lembaga pendidikan merupakan dua pilar seimbang yang saling menopang:

  • Peran Sekolah: Fokus pada pengembangan akademik, eksplorasi minat dan bakat, serta penyediaan lingkungan belajar formal yang terstruktur.
  • Peran Keluarga: Menjadi fondasi emosional, penanaman nilai moral, serta pembentukan karakter harian anak di luar jam sekolah.

​Kehadiran dan materi yang dibawakan oleh Ustadz Bagus mendapat apresiasi hangat dari para peserta. Salah satu tanggapan datang dari Bunda Aksel, wali murid kelas 4C.

​”Materi yang disampaikan Ustadz Bagus sangat relevan dengan tantangan yang kami hadapi sehari-hari di rumah. Sering kali kita bingung bagaimana menyelaraskan aturan sekolah dengan kebiasaan anak saat memegang gawai atau belajar di rumah. Lewat sesi ini, kami diingatkan kembali pentingnya menjadi pendoa dan teladan utama bagi anak, serta menjaga komunikasi yang terbuka dengan wali kelas,” tuturnya.

Komitmen Jangka Panjang

​Antusiasme tinggi dari para wali murid yang memadati ruang acara mencerminkan besarnya kepedulian terhadap masa depan putra-putri mereka. Bagi SD Muhammadiyah 26 Surabaya, tolok ukur generasi unggul tidak hanya terbatas pada angka di lembar rapor, melainkan pada keutuhan karakter, iman, dan kepribadian anak.

​Kegiatan diakhiri dengan penyerahan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Melalui pemahaman yang diselaraskan dalam Parenting Day ini, kolaborasi antara orang tua dan sekolah diharapkan terus terjalin erat demi mencetak generasi penerus yang berprestasi dan berakhlak mulia. (Hafidah/Novi/yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article