
Surabaya, wartapoint — Semangat kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan secara konsisten oleh Ken Gayatri Arkadewi Marsudi, jurnalis cilik sekaligus siswi kelas 5 MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Sosok yang akrab dipanggil Aya ini secara rutin membagikan kisah inspiratifnya dalam aksi bersih-bersih pantai di kawasan Surabaya.
Setiap hari Sabtu pukul 06.30–08.00 WIB, Aya bergabung bersama komunitas Tunas Hijau serta ratusan siswa SD dan SMP se-Kota Surabaya untuk mengumpulkan sampah di Pesisir Pantai Kenjeran.
Aksi Nyata dan Pemilahan Sampah di Lapangan
Kegiatan diawali dengan pengarahan singkat mengenai urgensi menjaga ekosistem pesisir. Usai pembekalan, para peserta membaur untuk menyisir bibir pantai dari berbagai jenis limbah, seperti sampah plastik, kain, kayu, hingga sampah rumah tangga.
Sampah-sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah sesuai jenisnya sebelum diangkut oleh armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya untuk diproses lebih lanjut.
Selain Pantai Kenjeran, aksi lingkungan ini juga merambah ke beberapa titik pesisir Surabaya lainnya, di antaranya:
- Pantai Benteng Kedung Cowek
- Kawasan Mangrove Tambak Wedi
- Pantai Nambangan Perak

Transformasi Diri: Dari “Ikut-Ikutan” Menjadi Kebutuhan
Aya mengaku, keterlibatannya pada awal mulanya hanya sekadar menyemangati sang kakak yang mengikuti ajang Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup. Namun seiring berjalannya waktu, agenda bersih-bersih pantai ini bertransformasi menjadi komitmen mingguan bagi dirinya dan keluarga.
“Awalnya saya merasa kegiatan ini hanya membuat badan kotor dan berbau. Namun di balik itu, saya belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita bersama,” ungkap Aya.
Ia juga ingin mendobrak stigma negatif terhadap anak muda yang kerap diidentikkan dengan perilaku malas bergerak (mager). Menurutnya, aksi kolaboratif ini membuktikan bahwa generasi muda mampu berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pesan untuk Generasi Muda
Melalui pengalaman lapangan ini, Aya mengajak teman-teman sebayanya untuk meningkatkan kepedulian lingkungan serta membiasakan budaya gotong royong demi kelestarian alam Surabaya.
“Mari generasi muda tunjukkan bahwa kita itu generasi yang Anti Rebahan, Produktif, dan Mendunia. Pantai bersih, lingkungan sehat, masa depan hebat!” tegas jurnalis cilik MIM 25 Surabaya tersebut. (Laporan jurnalis cilik MI Muhammadiyah 25 Surabaya Aya)





