
Surabaya, wartapoint — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) SMP/MTs Muhammadiyah se-Kota Surabaya menggelar agenda rapat koordinasi dan pembinaan pada Kamis (17/9/2026). Bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan program kerja, serta meningkatkan mutu pembelajaran dan pembiasaan nilai-nilai Keislaman di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Agenda tersebut menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ustadz Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I. selaku Pembina MGMP ISMUBA, serta Ustadz Dikky Sadqomullah, M.Hes. selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Surabaya. Keduanya memberikan motivasi, arah kebijakan, dan penguatan peran guru ISMUBA.
Dorong Standarisasi Program dan Upgrading Guru
Dalam arahannya, Ustadz Imam Sapari menekankan pentingnya standarisasi dan penguatan program bersama antarsekolah. Beberapa gagasan konkret yang diusung meliputi pelaksanaan Ujian Praktik (Uprak) Ibadah untuk kelas 7–9 dengan sistem pertukaran guru penguji, program studi banding peningkatan mutu, hingga kolaborasi narasumber pada Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
Selain itu, MGMP ISMUBA didorong untuk menerbitkan Buku Panduan Ibadah, Panduan Ramadhan, instrumen monitoring yang seragam, serta penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS) ISMUBA sebagai penunjang pembelajaran. Guna mengasah kompetensi para pendidik, agenda Upgrading MGMP ISMUBA dijadwalkan bakal berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 mendatang.
Penekanan Budaya Islam, Ideologi, dan Kemampuan Bahasa Arab
Di sisi lain, Ustadz Dikky Sadqomullah menyoroti peran vital guru ISMUBA sebagai penggerak utama karakter dan budaya keislaman peserta didik. Mengingat keterbatasan alokasi waktu belajar, para guru diminta mampu menentukan skala prioritas agar materi-materi esensial dapat tersampaikan secara optimal.
Pada aspek penguatan ideologi dan organisasi, Dikky menekankan pentingnya Sekolah Ideologi bagi guru, penyiapan database keaktifan siswa, serta penguatan peran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sementara untuk peningkatan keahlian bahasa, mendorong ketercapaian program tuntas buta aksara Arab, target hafalan Juz 30, dan pengaktifan kembali program bilingual Bahasa Arab–Indonesia.
Sebagai langkah penutup, MGMP ISMUBA SMP/MTs Muhammadiyah se-Surabaya menargetkan untuk segera menggelar Rapat Kerja (Raker) guna mematangkan detail operasional dari seluruh program yang direncanakan. Melalui kolaborasi ini, pendidikan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencetak generasi yang kokoh dalam iman, ibadah, dan akhlak. (Didik)





