
Surabaya, wartapoint – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai rangkaian kegiatan Kajian Ahad Pagi Sang Pencerah bertema “Nada, Cinta, dan Luka: Menghadirkan Allah di Setiap Detak” yang digelar di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, Jalan Platuk No. 104, Surabaya, pada Ahad (27/9/2026).
Dalam momentum berharga yang dihadiri ribuan jamaah ini, Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan laporan perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta peresmian dua fasilitas baru pendukung pendidikan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, dan jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA).
Capaian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) PCM Kenjeran
Dalam sambutannya, Ali Fauzi menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pesat PCM Kenjeran sejak didirikan pada tahun 1993. Saat ini, PCM Kenjeran telah mengelola AUM yang tersebar di berbagai sektor pelayan masyarakat:
Bidang Agama: Memiliki 10 masjid yang tersebar di 5 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan seluruhnya telah mengantongi Izin Membangun Bangunan (IMB).
Bidang Sosial: Mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan dua gedung asrama putra-putri (20 anak asuh) serta program santunan untuk 23 jompo.
Bidang Ekonomi & Kesehatan: Mengembangkan Bisnis Center Muhammadiyah dan Rumah Praktik Dokter Mandiri.
Bidang Pendidikan:
Dikelola ‘Aisyiyah: 1 TPA, 3 Kelompok Bermain (KB), dan 3 TK dengan total 551 murid.
Dikelola Majlis Dikdasmen: MI Muhammadiyah 25 (651 murid) dan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya (760 murid).
Peresmian Gedung SMPM 15 dan Muhammadiyah Sport Center
Selain memaparkan perkembangan AUM, Ali Fauzi secara khusus melaporkan penyelesaian dua fasilitas strategis yang diresmikan pada hari tersebut, diantarnya:
- Gedung Baru SMPM 15 Surabaya: Dikerjakan selama 10 bulan (Desember 2025 – September 2026) dengan menelan biaya sementara sebesar Rp3,5 miliar. Gedung ini difungsikan sebagai ruang perpustakaan dan ruang belajar yang dilengkapi fasilitas lift.
- Gedung Muhammadiyah Sport Center: Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2024 hingga September 2026 dengan estimasi biaya sementara mencapai Rp2 miliar. Fasilitas ini menjadi sport center pertama yang berada di lingkungan sekolah wilayah Surabaya Utara.
Ali Fauzi menegaskan bahwa seluruh pendanaan pembangunan dua gedung senilai total Rp5,5 miliar tersebut bersumber dari biaya swadaya, urunan AUM, warga Muhammadiyah, serta infak para pegawai.
”Harapan kami, keberadaan fasilitas gedung baru yang dilengkapi lift serta Sport Center ini—yang menjadi satu-satunya di Surabaya Utara—dapat menjadi momentum sejarah baru bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah. Semua ini terwujud atas pengorbanan serta keikhlasan para tokoh pendahulu dan pimpinan-pimpinan PCM terdahulu,” tegas Ali Fauzi.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh panitia serta pihak yang telah mempersiapkan acara besar ini selama berbulan-bulan. (yupan)





