
Mojokerto, wartapoint – Suasana penuh kegembiraan dan semangat kepanduan menyelimuti Bumi Perkemahan Alas Pelangi, Mojokerto. Ratusan peserta Kemah Hizbul Wathan (HW) Sekolah Adab Kesalehan MBA SPARTANS SD Muhammadiyah 2 Surabaya berkumpul untuk mengikuti serangkaian kegiatan luar ruang yang mengasah karakter, kemandirian, serta kecintaan terhadap alam.
Sebagai Organisasi Otonom (Ortom) Kepanduan Muhammadiyah, Hizbul Wathan hadir melatih para kader muda agar berakhlak mulia, mandiri, dan berjiwa sosial. Kegiatan perkemahan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 30 September hingga 2 Oktober 2026, ditutup secara resmi pada Jumat (2/10/2026).
Kepala Sekolah Adab Kesalehan MBA SPARTANS SD Muhammadiyah 2 Surabaya, Muhammad Agus Zaki Fanani, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya kegiatan ini.
”Alhamdulillah, anak-anak kita berkumpul di sini bukan sekadar berkemah, melainkan menempa diri menjadi generasi yang kuat, berilmu, dan berakhlak. Di bawah naungan HW, mereka belajar melayani, bersaudara, dan mengabdi. Semoga ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” ujar Zaki.
Dalam momen penutupan yang berlangsung haru, Zaki memberikan apresiasi dan penghargaan mendalam kepada Kak Dodik selaku koordinator Komunitas HW Surabaya atas kepemimpinannya selama kegiatan berlangsung.
”Terima kasih tak terhingga untuk Kak Dodik, komandan yang senantiasa mengomandani komunitas HW se-Surabaya dengan penuh ketulusan, tegas, dan kasih sayang. Di bawah arahan Kak Dodik, barisan pandu muda tumbuh tegap dan semangat. Dengan tangan dingin beliau, lahir generasi-generasi muda HW yang tangguh,” tambahnya.
Tak lupa, pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pendamping dari SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya yang turut mengawal adik-adik peserta SD Muda sepanjang perkemahan. Menurut Zaki, sinergi ini membuktikan bahwa HW bukan sekadar organisasi, melainkan rumah bersama untuk tumbuh dan menguatkan ikatan persaudaraan.
Dukungan penuh juga datang dari para orang tua murid. Ketua Komite Sekolah, Mama Ariefa—orang tua dari Nabil (kelas 4) dan Alvaro (kelas 6)—turut menyampaikan rasa harunya melihat perubahan positif para siswa.
”Sebagai orang tua, hati kami penuh haru melihat anak-anak berani mandiri, saling bantu, dan bersinar di alam terbuka. Terima kasih kepada seluruh pendidik, Kak Dodik, kakak-kakak pendamping dari SMAMX, serta ustadz dan ustadzah yang telah menjadi orang tua kedua bagi anak-anak kami. Kami percaya, tunas-tunas muda ini akan tumbuh menjadi pohon yang rindang dan bermanfaat,” tuturnya.
Melalui Kemah HW ini, SD Muhammadiyah 2 Surabaya berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi titik tolak lahirnya calon pemimpin muda yang berakhlak mulia, berjiwa kebangsaan, serta setia pada ajaran Muhammadiyah. (Indira)





