Jakarta, wartapoint – Suasana haru menyelimuti Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, pada Jumat (13/3). Politisi senior Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, S.I.Kom., M.M., tak kuasa menahan air mata saat berhadapan langsung dengan puluhan perempuan tangguh penyintas berbagai masalah sosial.
Kehadiran Wa Ode dalam agenda Pondok Ramadan Rumah Sakinah Muhammadiyah (RSM) tersebut menjadi momen refleksi mendalam mengenai nasib kaum marjinal di ibu kota.
Menyentuh Akar Rumput: Sebuah Permohonan Maaf
Tangis Wa Ode pecah saat mendengar latar belakang 40 peserta Pondok Ramadan tahun ini. Mereka adalah para perempuan binaan yang berjuang bangkit dari trauma kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban perdagangan orang (TPPO), hingga warga rentan dari Rusun Conver Kemayoran.
Dengan suara terbata-bata, Wa Ode menyampaikan permohonan maaf yang menyentuh hati para hadirin.
“Kami mohon maaf, mungkin selama ini kami belum sepenuhnya menyentuh ibu-ibu yang berjuang di akar rumput. Kami sering disibukkan dengan diskusi pembangunan makro yang bersifat fisik. Terima kasih kepada Rumah Sakinah Muhammadiyah yang telah mengingatkan kami bahwa ada masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian nyata,” ungkapnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Wa Ode berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan RSM dalam program perlindungan kelompok rentan di DKI Jakarta ke depannya.
Ramadan Berdaya: Memuliakan Martabat
Mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan”, kegiatan ini menghadirkan rangkaian materi komprehensif untuk membekali warga binaan dari berbagai sisi:
- Kesehatan: Dr. dr. Siti Nuriyatus Zahrah, MKM (Kesehatan Reproduksi Perempuan).
- Ekonomi Digital: Anasrullah, ST (Pemberdayaan & Keamanan Digital).
- Kewirausahaan: Fitria Emazola, S.Pd (Peluang Bisnis Cepat Laku).
- Pendidikan & Spiritual: Febry Amirullah, M.Pd (Pendidikan Islam Keluarga) dan Dedi Warman, S.Fil (Penguatan Spiritual Ramadan).
Diskusi ini dipandu oleh Sekretaris Rumah Sakinah Muhammadiyah, Misran Lubis, S.Ag.
Keseimbangan Ekonomi dan Spiritual
Ketua Rumah Sakinah, M. Arif An, SH, MH, menjelaskan bahwa Pondok Ramadan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya membentuk kesalehan pribadi dan sosial. Selain meluncurkan tiga program pemberdayaan baru, penguatan akidah menjadi pondasi utama.
“Sebaik apa pun program pemberdayaan, jika tidak diimbangi spiritual yang kuat, maka kesejahteraan sejati tidak akan terwujud,” ujar Arif yang juga merupakan Tenaga Ahli Menteri Desa dan PDT.
Acara ditutup dengan penuh optimisme melalui pantun khas dari M. Arif An:
Habibie Ainun teladan keluarga,
Kisahnya romantis berbudi bahasa.
Mari membangun Rumah Sakinah sekuat tenaga,
Selalu optimis menjemput asa.




