Surabaya, wartapoint – Semangat literasi digital terus dipupuk sejak dini di lingkungan MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Pada Sabtu (18/4/2026), ruang kelas tampak riuh oleh antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan rutin ekstrakurikuler jurnalistik. Dimulai tepat pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, pertemuan kali ini mengusung tema penting: “Panduan Menyusun Konten yang Tepat untuk Jenjang Sekolah Dasar”.
Formula “Singkat, Padat, Visual” Jadi Kunci
Pembina jurnalistik MI Muhammadiyah 25, Ustadz Yudha, menekankan bahwa di era media sosial, anak-anak harus paham cara menyampaikan informasi yang efektif. Mengingat durasi perhatian anak-anak yang pendek, Ustadz Yudha memperkenalkan formula “Singkat, Padat, dan Visual”.
“Jika membuat video pendek seperti Reels atau Shorts, durasi 30–60 detik adalah waktu yang ideal agar penonton tidak cepat bosan,” jelasnya di hadapan para jurnalis cilik. Ia juga menyarankan penggunaan warna cerah dan analogi sederhana, seperti membandingkan ukuran planet dengan buah-buahan, agar informasi teknis lebih mudah dicerna.
Struktur Konten dan Etika Digital
Selain teknis visual, para siswa diajarkan struktur bercerita yang baik melalui tiga tahapan utama:
- Hook (3-5 detik pertama): Mengawali dengan pertanyaan menarik untuk memancing rasa ingin tahu.
- Isi (Body): Menjelaskan informasi secara berurutan.
- Pesan Moral: Menutup dengan tips praktis atau kalimat penyemangat.
Materi yang disampaikan tidak hanya soal kreativitas, tetapi juga aspek keamanan. Ustadz Yudha mengingatkan pentingnya melindungi privasi, seperti tidak menampilkan alamat rumah atau lokasi spesifik sekolah dalam konten, serta cara membedakan informasi asli dan bohong (hoax).




