Siswa Jurnalistik SD Muhammadiyah 29 Surabaya Gali Pesan Motivasi dan Target Sekolah dari Ustadz Jatim

Must read

- Advertisement -

Surabaya, wartapoint – Semangat belajar siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya terus dipacu pasca libur panjang Idul Fitri. Hal ini terungkap dalam sesi wawancara eksklusif yang dilakukan oleh tim Jurnalis Cilik sekolah saat kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik pada Rabu (15/4/2026).

​Bertempat di lingkungan sekolah, lima jurnalis cilik yakni Salsabila Syalia Irfani, Hasna Roudlotul Jannah, Idya, Izzaty Wirjaya, dan Sofiyah Majidatul Ulya berkesempatan mewawancarai Kepala SD Muhammadiyah 29 Surabaya, Ustadz Jatim, M.A.

Motivasi Pasca Lebaran

​Membuka wawancara, tim jurnalistik menanyakan pesan khusus bagi para siswa yang baru saja kembali dari libur hari raya. Ustadz Jatim menekankan pentingnya menjaga momentum semangat.

​”Pesan saya, setelah liburan Idul Fitri, anak-anak harus tetap semangat belajar dan semangat untuk murajaah hafalan Al-Qur’an,” ujar Ustadz Jatim.

Target Tahfidz: Lulus Hafal 6 Juz

​Dalam wawancara yang berlangsung antara pukul 14.00 hingga 15.00 WIB tersebut, Ustadz Jatim memaparkan target ambisius di bidang keagamaan, khususnya program Tahfidzul Qur’an. Ia menargetkan setiap siswa mampu meningkatkan hafalannya secara konsisten setiap tahun.

​”Target kita adalah setiap tahun siswa naik satu juz. Sehingga saat lulus nanti, siswa SD Muhammadiyah 29 sudah mengantongi hafalan minimal 6 juz,” jelasnya.

Prestasi Akademik dan Karakter Berbudi Luhur

​Tak hanya fokus pada hafalan, Ustadz Jatim juga menyoroti prestasi akademik dan non-akademik yang telah diraih siswa di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Ia berharap prestasi ini terus melejit di masa depan.

​Namun, di atas semua pencapaian tersebut, pembentukan karakter menjadi prioritas utama. Beliau berharap siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya memiliki identitas yang kuat sebagai pelajar Muslim.

​”Harapan saya, siswa memiliki kepribadian yang baik, karakter yang luar biasa, dan akhlakul karimah. Inilah yang membedakan pelajar Islam dengan yang lainnya. Jadilah anak yang berbudi luhur,” pungkasnya.

​Kegiatan rutin setiap Rabu ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah keterampilan berkomunikasi sekaligus mendalami visi sekolah langsung dari pimpinan mereka. (yupan)

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article