
Surabaya, wartapoint – Ekstrakurikuler seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah terus menjadi salah satu kegiatan yang diminati oleh para siswa. Selain sebagai sarana olahraga bela diri, kegiatan ini juga efektif membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, hingga rasa percaya diri para anggotanya.
Menariknya, semangat menjalani latihan bela diri ini tumbuh erat dalam satu keluarga. Tsaaniyah Azza Ghaniyah Thorieq (Azza) dan kakaknya, Miftah, kompak mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci yang diselenggarakan di lapangan SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Meskipun bersekolah di SD Muhammadiyah 10 Surabaya (MUMTAS), semangat Azza tidak surut untuk bergabung dan berlatih bersama para siswa lainnya.
Dalam balutan seragam merah khas Tapak Suci, Azza dan Miftah tampak antusias dan penuh konsentrasi mengikuti setiap peragaan jurus yang diinstruksikan oleh pelatih. Suasana keakraban serta kekompakan antarsiswa turut menambah kehangatan dalam setiap sesi latihan.
Bagi Azza, bergabung dengan Tapak Suci membawa banyak pengalaman baru yang menyenangkan. Selain membekali diri dengan teknik pertahanan diri, latihan rutin ini membantunya melatih kedisiplinan sejak dini.
“Saya senang mengikuti Tapak Suci karena bisa belajar bela diri sekaligus melatih kedisiplinan. Saya juga ingin terus belajar supaya gerakan jurus saya semakin baik dan benar,” ujar Azza.
Tak hanya itu, keberadaan sang kakak di tempat latihan yang sama menjadi dorongan motivasi tersendiri bagi Azza. Berlatih bersama teman-teman yang lebih senior di jenjang SMP membuatnya semakin tertantang dan percaya diri.
“Senang sekali bisa ikut Tapak Suci bareng Kakak Miftah. Selain belajar bela diri, saya jadi punya kesempatan berlatih dengan teman-teman kakak di SMPM 15. Semoga ke depannya saya semakin berani, disiplin, dan mahir menguasai seluruh gerakan,” imbuhnya.
Kebersamaan Azza dan Miftah dalam ekstrakurikuler ini menjadi gambaran positif bagaimana dukungan keluarga mampu memicu semangat belajar dan beraktivitas di lingkungan sekolah. Latihan Tapak Suci tak sekadar mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai nilai tanggung jawab, ketekunan, serta rasa saling menghormati antarpeserta didik.
Melalui kegiatan positif ini, diharapkan semakin banyak siswa yang terinspirasi untuk mengukir prestasi dan mengembangkan potensi diri sejak usia dini.
Laporan oleh: Tsaaniyah Azza Ghaniyah Thorieq (Jurnalis Cilik SD Muhammadiyah 10 Surabaya)





