
Surabaya, wartapoint – SD Muhammadiyah 3 Surabaya kembali menggelar agenda rutin silaturrahim dua bulanan antar-guru dan karyawan. Pada kesempatan kali ini, giliran kediaman Ibu Ade Venti yang berlokasi di Gresik menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara pada Ahad (20/9/2026).
Suasana penuh kehangatan dan keakraban tampak jelas dengan hadirnya sekitar 100 guru, karyawan, beserta anggota keluarga masing-masing.
Susunan Acara Resmi
Kegiatan diawali secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan serangkaian sambutan yang disampaikan berturut-turut oleh:
- Ibu Ade Venti selaku tuan rumah,
- Kepala SD Muhammadiyah 3 Surabaya,
- Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Cabang Tambaksari.
Tausiyah: Fondasi Sinergi dan Kebahagiaan Guru
Acara inti diisi oleh Ustadz Najib Sulhan yang menyampaikan tausiyah bertema “Guru Bahagia, Guru yang Dirindukan Surga.” Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya silaturrahim serta peran guru dalam menuntut ilmu.
- Pentingnya Silaturrahim dan Kebersamaan: Najib memberikan apresiasi atas tradisi silaturrahim yang melibatkan keluarga. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar tatap muka, melainkan sarana menyatukan hati dan memperkuat sinergi. Selain memperluas rezeki dan memperpanjang usia, silaturrahim juga menjadi jalan mendekatkan diri ke surga.
- Sisi Spiritual Wisata dan Kuliner: Mengutip Surat Al-Mulk ayat 15, Najib menjelaskan bahwa Allah menciptakan bumi agar mudah dijangkau. Manusia diperintahkan untuk menjelajah dan menikmati rezeki kuliner yang ada di atasnya.
- Menjadi Guru Pembelajar: Guru diharapkan memiliki hati yang bahagia agar tumbuh menjadi sosok pembelajar yang tidak pernah berhenti menuntut ilmu. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi peta jalan menuju surga.
Hindari 5 “Racun Otak” Pemimpin & Pendidik
Sebagai penutup materi, Najib memperingatkan para pendidik untuk membuang lima frasa yang dapat menjadi “racun otak” serta menghambat pertumbuhan ilmu dan potensi diri:
- “Nanti dulu” – Menunda pekerjaan hanya memperberat beban, sebab waktu terus berjalan tanpa menunggu.
- “Tidak mungkin” – Membatasi potensi diri dan memudarkan keyakinan atas kekuasaan Allah.
- “Tidak mampu” – Cerminan dari ketiadaan kemauan dan keengganan keluar dari zona nyaman.
- “Malu dan takut” – Perasaan defensif berlebihan yang membelenggu seseorang dari mengambil tindakan nyata.
- “Sudah tahu” – Sikap seperti gelas penuh yang menutup masuknya informasi dan pengetahuan baru.
Jamuan Kuliner Khas Gresik
Sebagai pelengkap kehangatan acara, tuan rumah menyajikan aneka ragam hidangan khas Kabupaten Gresik. Para tamu undangan dapat menikmati sajian seperti asem-asem balungan, soto kikil, cumi-cumi, sate, ayam, hingga koto’an kepala manyung. Untuk penutup rasa dahaga, minuman segar legen asli dari pohon siwalan turut dihidangkan.
Agenda silaturrahim berjalan lancar, sarat makna, dan berhasil mempererat tali kekeluargaan antar-civitas akademika SD Muhammadiyah 3 Surabaya. (yupan)





