
Surabaya, wartapoint — Aktivitas jurnalistik di lingkungan MI Muhammadiyah 27 Surabaya (MIMDATU) terus diasah melalui peran aktif para siswa. Salah satu jurnalis cilik MIMDATU, Fawwazia Syaquita Qoiruna (Runa), berkesempatan mewawancarai guru pengganti kelas 3B, Ustadzah Laelatul Fitria, S.Pd., di lingkungan sekolah pada Jumat (6/11/2026).
Dalam wawancara tersebut, Ustadzah Laelatul Fitria mengungkapkan bahwa dirinya telah bertugas mengajar di MIMDATU selama hampir satu bulan. Meski berstatus sebagai guru pengganti wali kelas 3B, ia mengemban tanggung jawab mengajar berbagai mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Inggris, IPAS, Pancasila, hingga IPAS (ISC) di kelas 3B. Selain itu, ia juga dipercaya mengajar Bahasa Inggris di kelas 3A serta Pancasila dan Bahasa Inggris di kelas 3C.
Selama hampir sebulan bertugas, Ustadzah Laelatul Fitria menyampaikan kesan positifnya terhadap suasana pembelajaran dan lingkungan di MIMDATU. Menurutnya, iklim sekolah yang ramah dan saling mendukung membuat proses mengajar terasa nyaman.
”Kesan pertama kali masuk ke sini, siswa-siswinya alhamdulillah sangat baik, saleh dan salihah. Guru-gurunya juga ramah, serta lingkungannya sangat positif sehingga membuat nyaman mengajar di MIMDATU,” tutur Ustadzah Laelatul Fitria saat menjawab pertanyaan jurnalis cilik Runa.
Harapan untuk Kedisiplinan dan Kebersihan Siswa
Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Laelatul Fitria menyampaikan pesan dan harapannya bagi seluruh siswa-siswi MIMDATU. Ia mendorong para murid untuk senantiasa mempertahankan sikap santun serta meningkatkan kedisiplinan dan fokus saat proses belajar mengajar di kelas berlangsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan memperhatikan etika berkomunikasi, baik kepada sesama teman maupun para guru.
”Pesan dan harapan ustadzah, tetap jadi anak yang baik kepada siapa pun. Jika di dalam kelas saat jam pelajaran, hendaknya bisa lebih fokus dan tidak ramai sendiri. Selain itu, kebersihan kelas dan etika dalam berkomunikasi dengan teman maupun guru agar terus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.
Melalui kegiatan wawancara ini, jurnalis cilik MIMDATU tidak hanya belajar mempraktikkan keterampilan komunikasi jurnalistik secara langsung, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara guru dan para murid dalam membangun suasana belajar yang tertib, bersih, dan menyenangkan. (Tim jurnalis cilik MI Muhammadiyah 27 Surabaya)





