
Surabaya, wartapoint – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari menggelar Pengajian Sang Surya yang berlangsung khidmat di Masjid Sholeh. Kajian ini mengajak seluruh jamaah dan warga persyarikatan untuk bermuhasabah mengenai kedudukan anak dalam keluarga serta pentingnya kaderisasi sejak dini.
4 Tipe Kategori Anak Menurut Al-Qur’an
Dalam tausiyahnya, penceramah menguraikan empat kedudukan atau tipe anak yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an sebagai bahan evaluasi bagi para orang tua:
- Anak sebagai Musuh (Aduwwun) – QS. At-Taghabun: 14 Anak yang menghalangi orang tua dari ketaatan, menjerumuskan pada perbuatan haram, atau enggan diajak memakmurkan masjid. Menyikapi hal ini, orang tua diimbau untuk tetap tegas dalam koridor syariat (tarjih), namun tetap mengedepankan kelembutan dakwah dalam keluarga tanpa rasa benci.
- Anak sebagai Ujian/Fitnah (Fitnatun) – QS. At-Taghabun: 15 & Al-Anfal: 28 Ujian yang hadir melalui kondisi kesehatan anak, kenakalan remaja, maupun dinamika ekonomi. Jamaah diingatkan untuk menyikapi ujian ini dengan sabar dan istiqomah di jalan dakwah, serta memanfaatkan sistem pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan.
- Anak sebagai Perhiasan (Zinatun) – QS. Al-Kahfi: 46 Anak yang membanggakan dari segi prestasi akademis dan keduniaan semata. Orang tua diminta tidak berpuas diri hanya dengan pencapaian akademis, melainkan harus membingkai potensi tersebut dengan pendidikan agama agar bernilai pahala akhirat.
- Anak sebagai Penyejuk Mata (Qurrota A’yun) – QS. Al-Furqan: 74 Puncak harapan setiap orang tua, yakni anak yang taat kepada Allah, berbakti, serta aktif melanjutkan estafet dakwah persyarikatan.
Untuk mencetak generasi Qurrota A’yun, terdapat empat kunci utama keluarga Muhammadiyah:
- Doa: Memperbanyak doa untuk keturunan sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS.
- Keteladanan: Memberikan contoh nyata dalam ibadah dan memakmurkan masjid.
- Lingkungan: Menempatkan anak di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari TK ABA hingga sekolah menengah.
- Kaderisasi Sejak Dini: Melibatkan anak dalam kegiatan organisasi otonom seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Pemuda Muhammadiyah.
Simbolis Estafet Perjuangan: Pembagian Kopiah Muhammadiyah
Sebagai wujud nyata ikhtiar kaderisasi, acara dilanjutkan dengan penyerahan Kopiah Muhammadiyah oleh para kader IPM SMP Muhammadiyah 3 Surabaya kepada Ketua PCM Tegalsari beserta sembilan Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Tegalsari. Pembagian kopiah ini menjadi simbol identitas, militansi, dan keberlanjutan perjuangan dakwah.
”Harapan besar kami, dari Masjid Sholeh inilah lahir kader-kader muda pelanjut perjuangan Muhammadiyah Tegalsari. IPM SMP Muhammadiyah 3 Surabaya hari ini membagikan kopiah, kelak merekalah yang akan memakai jas PCM, menjadi Ketua Takmir, dan memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah kita. Mari kita jaga Tegalsari tetap Surya menyinari,” harap Arief Himawan.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama agar seluruh keturunan warga persyarikatan dijadikan generasi yang qurrota a’yun serta mampu memperkuat dakwah Muhammadiyah di masa depan. (yupan)





