Surabaya, wartapoint – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SD Muhammadiyah 17 Surabaya (SD Mujitu) mengambil langkah strategis untuk memperkuat mental dan spiritual siswanya. Melalui program Pesanjitu Special Edition, sekolah mengumpulkan siswa kelas VI beserta orang tua dalam sebuah rangkaian pembinaan intensif pada Jumat–Sabtu, 17–18 April 2026.
Kegiatan yang berpusat di Kampus SD Mujitu ini tidak hanya berfokus pada kesiapan materi ujian, namun lebih menekankan pada aspek keberkahan dan dukungan emosional keluarga.
Membangun Kekuatan dari Dalam
Rangkaian acara dimulai pada Jumat sore dengan agenda yang padat akan nilai religius. Para siswa diajak untuk melakukan muhadaroh, muroja’ah, dan ibadah berjamaah sebagai pemanasan spiritual. Atmosfer kegiatan mulai bergeser menjadi lebih personal saat memasuki sesi Parenting Motivasi Sukses TKA.
Dalam sesi ini, ditekankan bahwa kesuksesan akademik siswa merupakan hasil dari “segitiga emas” sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua. Orang tua diingatkan kembali akan peran krusial mereka sebagai pendamping setia sekaligus sumber motivasi utama bagi anak di rumah.
Momen Haru: Restu Orang Tua sebagai Kunci
Puncak emosional kegiatan terjadi pada dini hari setelah pelaksanaan Qiyamul Lail dan doa bersama. Di tengah keheningan malam, suasana haru menyelimuti aula saat para siswa bersimpuh di hadapan orang tua mereka.
Momen saling memaafkan dan memohon restu ini menjadi representasi ketulusan siswa dalam menjemput impian mereka. Tangis haru pecah saat anak-anak mencium tangan orang tua, menyadari bahwa di balik lembar ujian yang akan mereka hadapi, ada doa-doa tulus yang dipanjatkan orang tua di setiap sujudnya.
“Kami ingin menanamkan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh usaha belajar, tetapi juga oleh kedekatan kepada Allah dan ridho orang tua,” ujar Ustadz Munhamir, M.Pd., Kepala SD Mujitu.
Komitmen Membentuk Generasi Beradab
Munhamir menambahkan bahwa Pesanjitu Special Edition adalah bagian dari komitmen SD Mujitu untuk melahirkan lulusan yang seimbang secara intelektual dan akhlak. Beliau berharap, melalui kegiatan ini, siswa kelas VI dapat menghadapi TKA dengan:
- Kepercayaan diri yang tinggi.
- Ketenangan hati dalam mengerjakan soal.
- Keberkahan yang menyertai setiap hasilnya.
Kegiatan ditutup pada Sabtu pagi dengan sholat Subuh berjamaah dan olahraga ringan sebelum para siswa kembali ke rumah masing-masing. Dengan bekal spiritual dan mental yang telah diisi, seluruh civitas akademika SD Mujitu optimis para siswa siap menempuh TKA dengan gemilang. (Agung)




