
Surabaya, wartapoint – Tidak semua perjuangan manis diakhiri dengan podium tertinggi. Namun, bagi tim futsal Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, perjalanan mereka di Turnamen Futsal Milad Muhammadiyah ke-114 PDM Kota Surabaya menyisakan kisah perjuangan yang menggetarkan hati.
Laga yang berlangsung di Lapangan Futsal SMP Muhammadiyah 9 Surabaya, Jojoran, pada Sabtu (10/10/2026) itu menjadi saksi bisu bagaimana rasa lelah, air mata kekecewaan, dan semangat pantang menyerah berpadu hingga mengantarkan PCM Kenjeran meraih gelar Juara Ketiga.
Awal Langkah Mulus: Dua Kemenangan Beruntun
PCM Kenjeran mengawali turnamen dengan optimisme tinggi. Di bawah arahan strategi pelatih Migdad serta dorongan semangat dari jajaran pimpinan, tim tampil disiplin sejak peluit pertama dibunyikan.
- Laga Perdana (vs PCM Pabean Cantian): Tampil solid dalam pertandingan yang berlangsung sengit, PCM Kenjeran sukses mengamankan kemenangan tipis 2–1.
- Laga Kedua (vs PCM Semampir): Konsistensi permainan kembali ditunjukkan. Lewat pertahanan yang kokoh dan efektivitas serangan, PCM Kenjeran mengunci skor 2–0 sekaligus mengamankan tiket menuju babak semifinal.
Dua kemenangan awal ini sempat menyalakan asa seluruh skuad dan pendukung untuk melangkah hingga partai puncak.
Ujian Karakter: Terhenti di Semifinal Lewat Adu Penalti
Tantangan berat hadir di babak semifinal saat PCM Kenjeran berhadapan dengan PCM Bubutan. Pertandingan berlangsung penuh tensi tinggi dan drama taktik. Setelah bermain imbang sepanjang waktu normal, nasib kedua tim harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Dewi fortuna belum berpihak pada PCM Kenjeran. Kekecewaan tak terhindarkan usai mereka harus mengakui keunggulan PCM Bubutan dalam adu tos-tosan tersebut. Impian melangkah ke partai final pun sirna.
Namun, alih-alih larut dalam kesedihan, skuad PCM Kenjeran memilih untuk segera bangkit. Masih ada satu laga tersisa: perebutan tempat ketiga yang harus diselesaikan dengan kepala tegak.
Momen Pahlawan: Penyelamatan Krusial Mr. Eko
Laga perebutan juara ketiga kembali menyajikan drama yang menguras emosi. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap imbang dan pertandingan lagi-lagi harus diselesaikan lewat adu penalti.
Di momen yang paling mendebarkan inilah, Mr. Eko—guru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya yang bertugas sebagai penjaga gawang PCM Kenjeran—tampil sebagai pahlawan. Dengan pembacaan arah bola yang tepat, Eko berhasil menepis tendangan penalti lawan!
Penyelamatan krusial tersebut menjadi pembeda, memutus tren buruk adu penalti sebelumnya, dan memastikan kemenangan serta predikat Juara 3 untuk PCM Kenjeran.
Sinergi di Balik Layar dan Pemenang Sejati
Keberhasilan meraih posisi ketiga ini tidak lepas dari sinergitas seluruh elemen tim:
Ketua PCM Kenjeran (H. Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I.): Menanamkan mental juara dan optimisme sejak awal turnamen.
Sekretaris PCM Kenjeran (Irvandy Andriansyah, S.T., M.T.): Mengingatkan pentingnya memberikan performa terbaik di setiap menit pertandingan.
Pelatih Migdad: Menjaga kedisiplinan taktik dan mentalitas pemain agar tidak goyah saat tertekan.
Official & Suporter (SMP Muhammadiyah 15 Surabaya): Menjadi pemain ke-12 yang tak henti memberikan chant dan dukungan moral dari tribun.
Catatan Akhir
Juara ketiga mungkin bukan target utama saat melangkah ke turnamen. Namun, keberanian untuk bangkit dari kekalahan semifinal memberikan nilai yang jauh lebih berharga daripada sekadar trofi.
PCM Kenjeran membuktikan bahwa pemenang sejati bukan hanya mereka yang selalu mengangkat piala utama, melainkan mereka yang menolak untuk menyerah saat jatuh, lalu bangkit bersama membawa kehormatan dan persaudaraan.





